Loading...

Rabu, 02 Februari 2011

Ping

belajar dengan 'blog' yang baru
kayaknya, jharus disimpan disini 'catatan' kalo ndak mau ilang...

Pengpeng
17 Agustus 2009-01 Feb 2011

kok, jadi mirip batu nisan?
justru dengan membuat catatan ini aku bisa mensyukuri
Ya, ALLAH terima kasih atas hadiah yang tak terlupakan dalam hidupku mengisi kehampaan, meski ahanya seekor kucing yang manis. Ah, aku tak punya fotonya tapi biarkan aku menggambarkannya lewat kata2 bahwa si Ping adalah kucing dengan bulu yang lembut, ekornya panjang seperti ekor tupai, badannya senantiasa gemuk namun ringan juga... yang bikin montok mungkin bulunya yang lebat. Bagi penyuka kucing, Ping sperti peranakan kucing persia, deh ^_^

inget, saat induknya minta diberi tempat dan Ibu memberinya di sudut dapur, aku hanya perhatikan saja sambil nopi upacara bendera di Istana negara. ada empat bersaudara dengan warna bulu berbeda, ada yang persis induknya, tiga warna, putih dengan ekor item, dan si Ping yang bulunya belang hitam putih. Yang membedakannya hingga membuatku jatuh hati karena Ping, nih, diem saat kuangkat dan duduk tenang di telapak tanganku dengan pandangan 'akhg' pandangan yang tak bisa diungkapkan dengan kata2.. beda dengan 'cemeng' lain yang ribut mencari induknya.  aku perlihatkan ke Ibu, Ping kata beliau seperti pake topeng, wajahnya gepeng tidak nampak tonjolan hidung dan matanya jadi mirip'dakocan' ^_^ sebab itu dia dipanggil Peng2... rupanya dia mau menyahut dengan panggilan 'Pengpeng'...
Pengpeng, maaf y ALLAH jika aku sering memarahi, sebagai pelampiasan kalo aku sedang kesal padahal  dia ribut hanya minta jatah makan... dan sudah saatnya makan.. Ping juga tau kalo dimarahin juga akan diem ato ikut2an ngambek ^_^ lucu sekali hingga aku jadi tersenyum2 sendiri dan seketika hilang kesalku

aku jadi belajar banyak dari Peng2 dengan kesetiannya... ALLAH memilihku untuk menjadi empu-nya, dia akan mencariku meski si Putri yang notabene pemilik induknya membawanya pulang beberapa kali.
Aku tak bisa melupakan, Peng2 mencari, duduk memandangiku, menemani hingga kelar mencuci, bersih2, mencabuti rumput, sesekali kuberi sedikit apa yang sedang kumakan... Ping juga doyan keju dan coklat, ya...

Aku juga belajar bagaimana ia menyayangi anaknya dan tau aku nggak suka jika ia menyusui anaknya yang tinggal satu ituh, dimana yang  dua cemeng yang lain, Ping? mereka kan juga butuh nggak cuma dia...
 dia akan membawanya menjauh dariku tau2 si kecil itu telah kenyang...
sekarang, aku belajar menyayangi anak kucing yang kaupilih untuk pulang ke rumah yang mirip indukmu itu. persis indukmu dengan ekornya yang 'bundel'...
kebiasaannya yang menndongak mencari sosok Ping yang biasanya akan turun dari atap rumah bila waktu makannya tiba

Ping, apa yang kau lakukan disana, di luar rumah?
Tidak mungkin,ping mati begitu saja, kenakalan kamu tidak sampai berani mencuri... toh, ping tidak pernah membuka2 laci atau almari atau barang yang ditutupi, naik ke meja makan saja nggak pernah.. ping tau dimana saja yang boleh dipijaknya... Tau2 aku sudah menemukanmu di tempat yang tidak pernah aku dapati Ping tiduran disana. Entahlah

Terserah ALLAH bagaimana mengambilnya kembali
Bagaimananpun, terima kasih atas pemberian-MU yang indah Ya ALLAH
Akankah ALLAH juga amanahkan anugerah Yang terindah juga pada hamba... Semua pengharapan hanya Pada_MU YA RABB...



ALKHAMDULILLAH