Loading...

Sabtu, 19 Februari 2011

Something FEEL

Tak ada aingin tak ada hujan
Tiba-tiba saja rasa senyap menyergap...
Sedih, gamang semua membuat hati ini risau... Tidak!  aku tidak boleh kalah dengan rasa ini! tidak boleh! aku harus bangkit! Bersyukurlah... masih banyak di luar sana yang mengalami kesulitan, dibanding mereka, kesulitan ini tidak ada apa-apanya. Apa yang aku khawatirkan?
Bila kenyataan tidak seperti yang diinginkan, rileks... Bukankah ALLAH Maha TAhu apa yang kubutuhkan?

Penyesalan? saat ini memang aku tak bisa membuktikan apapun, apa yang ada pada diriku.. AYOLAH!  aku tidak diam termangu menunggu sesuatu tanpa berbuat apapun. Mungkin kurang maksimal...
Ah, aku hanya mencoba menghindar dari puncak kemarahan pada diriku hingga aku bisa 'membenci' diriku sendiri seolah diri ini tidak ada artinya sama sekali...
from google image

Bulan ini...
aku dberi suatu hikmah.. Alkhamdulillah.. meski titipan kecil namun sangat berharga. Terasa kehilangan itu setelah ALLAH mengambilnya kembali.
Aku masih belajar memaklumi !


 lambat/cepat semua akan berlalu !
 semua akan berubah ! Nikmati saja... !
 semua jadi terasa indah.
 Aku juga belajar dari mereka, binatang piaraan (manusia bodoh) #... yang biarkan semua dipermainkann trus berulan-ulang kali
mencoba bertahan sekuat hati
seperti karang yang di hempasan ombak...#
Hei, dengan pemahaman yang baru, lirik lagu itu jadi lebih bermakna! Masih tentang perselingkuhan, tap kali ini antara manusia dengan Penciptanya... Hal yang fatal bila insan itu tidak menyadari  ternyata telah mencintai makhluk_NYA melebihi cintanya kepada KHALIQ-nya... ALLAH pun menegurnya dengan mencabut sedikit dari apa yang (diakui) dimilikinya...  jadi ingat single-nya Sketsa nasyid.
Kalo kucing saja bisa mencoba mengambil hati empunya, kita, manusia yang diberi akal, tidak bisakah mencoba mendekati ILLAH-nya?
kangennya aku saat piaraan2 yang manis dan lucu2 itu mengikuti kemana kaki ini melangkah, berulah dengan tingkah2 lucunya, lambat alun juga memahami keinginan yang memerintahnya... ahk aku jadi sedih saat mereka harus kena perlakuan kasar, toh, mereka nggak marah masih tetep mencari kembali.
Bersihnya hati mereka, ya, tanpa dendam.... hal yang sama dimiliki oleh anak-anak.
Yang sudah dewasa ini memang (katanya) miliki ilmu dan pengalaman mumpuni, justru terlalu banyak pertimbangan sekedar untuk berbaikan.


yah,
dunia boleh tertawa...
semua punya cara untuk mngatasi problema dalam kehidupannya....
sobat...
kalian akan selalu memberi warna
dan warna itu akan terangkai indah di perjalanan hidupku...
ISTIQOMAH ya ikhwah...

Dari: yun w <atmi_17_joen@yahoo.co.id>

AKU dan SAHABAT

Sahabat... sebenarnya apa, sih arti sahabat?
Apakah yang selalu menemani kita?
Ataukah yang selalu berada di samping kita tak peduli hujan maupun panas, selalu menyertai?
Semua kriteria tentang sahabat itu bila ditanyakan pada diri kita, apakah ada dalam diri?...

Tentang sahabat, jika sahabat itu sesama manusia, jujur aku punya sahabat yang bisa dihitung dengan jari. Tapi, jika sahabat itu kita perluas pemahamannya maka semua ciptaan ALLAH bisa menjadi sahabat maka tak terhitung betapa banyak karunia ALLah yang bernama sahabat itu...
Tahukah bahwa sahabat yang paling jahat itu syaithan la'natullah. Jelas karena syethan itun adalah musuh yang nyata. Maka jauhilah teman yang membuat kita jauh dari ALLAH dan akan menjadi amalan bagi kita bila dapat menjadi jalan baginya menuju ALLAH.

Saat sendiri, merasakan tiupan angin yang menyejukkan, betapa kasih ALLAH selalu mengalir di tiap hembusan nafas. Saat memandang ke atas ke langit, betapa luas  hamparannya, ternyata dunia tidak sesempit yang kurasakan meski aku sendiri.
Dan, ketika dengan rasa malas mendera karena pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk, padahal hanya sekedar meringankan tugas ibuku sehari-hari. Oh, apalagi kalau aku telah berkeluarga nanti, sanggupkah aku menanganinya sendiri?.. Tapi tidakkah aku ingat riwayat yang aku baca di buku Fatimma Azzahra ra, putri Rasulullah SAW, meski lemah tapi tak mengeluh tentang kewajibannya. yah, buku, ternyata memberi andil menemaniku untuk mencari&mendapatkan ilmu juga media cetak dan elektronik lainnya.
Oops, saat capeknya dengan rutinitas ada makhluk kecil yang coba mengusik keresahan. Kadang, ada kadal sengaja lari memotong jalanku, atau kupu-kupu entah darimana asalnya terbang mengelilingiku. Aih, ada si manis kecil sengaja jalan di sela kaki. Apa dia tidak  tahu kalau si manis bisa saja terinjak akibat kelakuannya itu. Dengan omelan, ternyata tingkahnya membuat rasa letih tadi hilang. Seringkali makhluk yang dikirimkan ALLAH padaku itu bermain-main dengan kucing lainnya membuatku untuk sementara melupakan kesendirianku.
Kucing2 yang manis! dulu pernah aku kehilangan 4ekor sekaligus, mati keracunan.
dan sekarang ALLah menganti, kali ini lebih lucu, meski yang dua ekor raib dibawa orang.
Pengpeng , kucing mungil itu gangguin aku ketika mengambil air, IHH.. dia mencakar-cakar layaknya ia main sesama temannya tentu saja aku omelin. Eh, ternyata induknya yang aku kira tidur ternyata ngawasin, dengan bahasanya dia ngajak sipeng kesemak-semak, dikelonin. SUbhanallah..
Suatu kali, ketika ayah marah dan membanting pintu, dua kitty(anak kucing)ku seketika diam dari meongannya, mereka menatap pintu yang tertutup lalu menatapku seolah dia ingin bertanya, ada apa? Mereka pergi tanpa rewel, meninggalkan aku terpaku, apa mereka tahu?... mereka kan hanya binatang? Apa benar binatang bisa berpikir? WALLAHU'Alam
Kadang, mereka memandang, duh, lucunya... dengan pandangan itu luruhlah keegoisan yang selama ini mengekang. Dengan sekedar membelai, atau membagi sedikit apa yang sedang kumakan, membuatku nyaman.
Akankah aku sebagai manusia, rela kalah dalam pengertian?
Tidak boleh!!!
Manusia diciptakan ALLAH paling sempurna, kalau makhluk yang paling hina saja bisa memberi toleransi apalagi diri sebagai manusia.
SEringnya diri ini menginginkan sesuatu yang terbaik dari yang lain tanpa memberikan sesuatu yang terbaik untuk lainnya.
Padahal mustahil dapat kebaikan jika tidak memulai dari diri sendiri...


SEmoga ALLAH selalu memberikan sahabatku selalu bersamaku, setia selamanya agar aku  selalu mendengar uraian bijak darinya, memberikan kesejukan kapanpun, dimanapun, apapapun aku... Hati... agar aku selalu merasainya dan aku tidak mau kehilangan.. Hatiku...



  
ATMI