Loading...

Selasa, 01 Maret 2011

ENTAH... oleh You AndWe pada 02 Desember 2010 jam 11:58

https://www.facebook.com/notes/you-andwe/entah/458596317330
Telpon dari seorang sahabat bersama  keponakan-ku darinya  ikut berperan menentramkan hatiku meski tidak tahu kenapa mendadak dia telpon menjelang Isya'... ALKHAMDULILLAH... ENGKAU buktikan bahwa aku tidak sendiri dan takkan membiarkanku sendiri...

Sayang, Umimu bilang "pingin ditelponin ke Tante!" seolah aku butuh hiburan... dengan teriakan dan keriangannya...
kapan aku menghadirkannya di rumah ya? hal yang dirindukan Bunda selama ini?
Bunda...
Apa. sih yang membuat Bunda bahagia?
Ah, ternyata Bunda ingin agar ananda bahagia...
Bunda tak inginkan  hal lain...
Tapi
air mata Bunda hampir meruntuhkan kekuatan hati ini... Ananda ingin bertahan, Bunda! Jalan ini yang membuat ananda bahagia... sungguh... andai ilmu dan pemahamanku ini bisa aku berikan sedikit saja Bunda, aku ingin Bunda memahami semua ujian ini adalah kasih sayang ALLAH...
sayangnya, petunjuk itu bukan kuasaku, hidayah adalah hak_ yang Maha Kuasa...
akupun ingin berbagi 'itu' pada Ayah, agar ayah bisa menentramkan hati dan mengabaikan brang memmuakkan yang panjangnya kira2 9 senti itu, dan melakukan ritual seolah telah mendapat inspirasi dan malah bikin paru-paru semakin parah keadaannya...

Mama...
aku yakin akan membelaku sama ketika sewaktu kecil terjatuh hingga kepalaku bengkak dan demam beberpa hari karenanya. Aku  ingin mengatakan saat ini, sama dengan apa yang akan kukatakan dulu bahwa 'ITU bukan kesalahan mereka, Mama! BUKAN! ini semua karena salahku! Ini salahku, Mama...
Kalau ini semua karena kelakuanku, mengapa mreka tidak menyampaikan langsung padaku?
Kalian boleh merutuk, menyumpahi, padaku saja! aku akan berusaha menelannya sendiri meski pahit, perih tak terperi.... Kenapa pada Mamaku?

TERIMAKASIH
Ayah, ibu tidak menyulitkanku terhadap hal 'ini'
Semoga menjadi jalan kebaikan untuk kalian
aku hanya bisa memohon dan
hanya ALLAH yang bisa kubanggakan

doa
kebaikan dan keburukan akan kembali pada diri sendiri...
kuatkan hati ini dan kedua orangtuaku agar tidak menyakiti diri dengan mendoakan keburukan...
semoga  ALLAH membuka hati mereka, saudara, dekat nasab dan muslim jua...
berikan kepahaman...
YA, ALLAH... mohon Tunjukkkan bahwa apa yang kulakukan adalah benar dan kuatkan hati ini untuk terus memperjuangkannya sampai tiba waktuku ENGKAU akhiri
dan bila apa yang kulakukan salah, berilah hamba peringatan dan Mudahkan hamba meninggalkan keburukan... AMIN YA Rabb
Dzat yang berhak Menilai semua urusan...

sayup2 saat nyari gelombang radio ada sebuah ilustrasi;
Indahnya teratai itu tetap bersih dan mekar meski dalam lingkungan berlumpur nan kotor
Benarkah?
Semoga hamba bisa mengambil hikmahnya...
SUBHANALLAH..