Loading...

Sabtu, 09 April 2011

Cerita Menarik Seputar Ramadhan

Aku seneng  bisa berbagi, dan ini salah satunya yang aku kirimkan di sebuah stastion radio Islami di kota Solo (awalnya tertarik mungkin ada hadiah)  meski akhirnya nggak dapat hadiah, gimana rasanya ketika kirimanku dibacain oleh seorang penyiar radio. Suenneng bangetss...
Jazzakillah Khairan y... yang sudah membacakan email ini,
dengan edit disana-sini mengingat durasi, btw... masih sesuai dg isi cerita, kok... ^_^ Sahabat MH, Pendengar setia MH 92,1 FM (dibacakan d sore hr, 04 Sept 2009 d bulan Ramadhan)


Da ri: yun w (atmi_l7joen@yahoo.eo.id)
Kepada: manajemen hati radio fm Solo
Tanggal: Minggu, 23 Agustus, 2009 12:06:20
Judul: cerita seru/ menarik seputar Ramadhan
ASSALAMU’ALAYKUM

Saat menyusun pengalaman ini, entah kenapa terngiang senandungnya Alarr me ( maaf kalo ejaannya salah)’ceria’ makanya aku ben judul: CERIA!


CERIA
Menuntut ilmu dari kandungan sampai hang lahat! belajar bukan hanya dari bangku sekolah tapi bisa melalui kehidupan kita. Dan pengalaman adalah guru yang terbaik!
Masa kanak-kanak, masih fitrah, lembaran suci nan tiada ternoda namun belum banyak ilmu serta minim pengalaman. Masth segar dalam ingatan saat pertama kali ditanya apa agama yang dianut? Si Kecil pun dengan lantang menjawab, “ISLAM agamaku”. Alangkah leganya hati ini ketika ayah pun mengiyakan pilihan agamaku.
Awalnya, teman-teman tetangga sebaya mengajak pergi ke masjid untuk bertarawih pada bulan Ramadhan. Aku baru menjalaninya waktu itu, ayah membenikan izinnya. Tanpa malu-malu apalagi risih membawa sajadah kumal pemberian Ibu, sewaktu itu yang ada hanya kegembiraan. Masjid besar lagi terang-benderang penuh orang. Kok, berisik seperti sarang lebah yang hening seketika begitu terdengar ‘ALLAHU AKBAR!’. Semua serentak berdin dan bersedekap... aku? Ngikut, aja...semua diam memandang ke depan bawah bahkan ada yang menunduk. Ihh! Jadi takut nengok kanan-kiri, yah, cuman larak-lirik, ‘ ALLAHU AKBAR’ semua merunduk aku pun mengikuti. Nah, yang ada di pikiranku saat itu ketika semua berdiri lagi sambil mengangkat tangan pasti bacaannya sama, dengan nyaringnya akupun teriak, sontak terdengar tertawaan disekelihingku. Tapi masalahnya aku belum tahu kesalahanku, dalam shalat meski sama-sama mengangkat tangan bacaan i’tidal memang lain sendiri- lagian aku sudah nggak peduli sama gerakan shalat, habis temen2 pada usil hingga habis waktu shalat untuk main2 cunman sesekali aja ngikutin gerakan shalat.
Dasar, nakal, nggak langsung pergi ke masjid atau langsung pulang ke rumah malah’dolan’., Yah , apa mau nolak jika diajak?
Justru karenanya aku bisa bangun lebih pagi untuk Subuhan, jadi rajin olahraga, jalan2 pagi bareng, dan koleksi tanaman di halaman rumahku bertambah()
UPFFh... malunya aku bila ingat, menyantap sate telur puyuh Masalahnya yang ngiming-imingi bilang puasaku tidak batal kalo sehabis makan ngelanjutin lagi puasanya. Namanya juga be!um tahu... 
Lain lagi saat ayah menyuruh kakak iparku ngangetin nasi. Rupanya ayah tidak tega melihat putri kecilnya wajahnya terlihat pucat dan bibirnya membiru. Sampai kakakku menyuapi ke mulutku agan mau makan dan akhirnya aku menyerah setelah kakak ngancam akan pulang bawa keponakan perempuanku pulang ke Semarang. Kakak tahu aku sayang banget sama kemenakanku itu, tak gendong kemana-mana dan aku turunin kalo udah ngompol. Ditambah pengertian dari ayah kalo seumurku diperbolehkan puasa bedug.
Ahh, semua seperti baru terjadi kemarin, sekarang keponakanku telah remaja sedang kakak iparku.. ALLAH telah mencukupkan umurnya di dunia fana ini beberapa tahun yang lalu. Semoga ALLAH Ta’ala mengampuni dosa dan menerima segala amal kebaikannya... AMIN
Seiring waktu, teman2lagi yang ngajak mengaji. Dengan restu ayah-ibu kuikuti dengan senang hati. Jika akhirnya aku Iebih baik dalam hafalan shalatku, bahkan aku mulai belajar membaca AIQur’an, karna aku lebih rajin teman2 yang mengajakku satu-persatu, menjauh. Ternyata pergi mengaji sendiri tidak merisaukanku sebab aku punya teman2 lain yang lebih lancar dan lebih mahir bacaannya. Mereka inilah yang memperkenalkanku lebih dekat dalam lingkungan masjid dimana aku berharap bisa belajar berorganisasi, hal yang tidak sepenuhnya kupelajari meski sudah lulus SLTA. Apa mau dikata jika aku menjadi kecewa karenanya. Bahwa tidak sepantasnya Remaja Masjid’ bergaul sebebas itu antar lawan jenis, aku tidak suka pengucilan’ Status senior dengan pendatang barn sehingga berhak bersikap superior, main perintah? justru itu jadi tauladan yang tidak baik buat adik-adik TPA, kan? Kuakui aku pendatang baru. Aku sendiri tidak tahu mengapa aku tidak merasa nyaman, baru sekarang aku tahu sebab2nya sementara kami sekarang telah sibuk dengan kehidupan kami masing2.. Ya ALLAH.. Sekian tahun baru sadari mengapa aku seperti itu, tak sengaja kutemukan station radio yang menentramkan hati saat mencari-cari official parner lokal dari stasiun Tv swasta Nasional yang menyelenggarakan AFI(2003-2004) ajang bakat nyanyi yang fenomenal itu?... MQfm yang sejak 23 Juni 2009 menjadi MH fm..
Bimbingan yang kusadari
ALLAH lah di balik semua ini
Tak kupungkiri
Namun hal yang kurindukan di hati
kemanakah hilangnya dalam diri
Di masa kecilku...
Tanpa berprasangka? kepolosan itu? keceriaan .itu? tanpa beban itu?
Rasanya tak mungkin kembali
Ilmu itu tak boleh terhapus setelah dimiliki
Namun harus diamalkan
Dan itu beban yang ditanggungkan 
Kusadari aku bukan apa-apa
Hanya pada kesempurnaan ALLAH lah
Akhirnya hamba-Mu memasrahkannya
Yang Maha Tahu segalanya tentang diri hamba-NYA
Hamba sedang menempuhnya
Hingga satu hari nanti semua hamba-MU tanpa terkecuali
Menyambut Hari Raya dengan Gemilang...
Ya ROBBAL ‘ALAMIN...

  • EDcoustic
  • 'Sepotong Episode Masa Lalu'