Loading...

Minggu, 10 April 2011

Tanggal 11 April



sudah aku dengar berkali-kali cerita jaman dulu
ada hal yang kusadari akhirnya pada suatu waktu
Ma... apakah aku bisa setegar Ibu?
Bisakah aku menjadi tiang rumah tangga saat sedang merapuh?
Dapatkah aku melalui ujian hidup ini dengan sukses, tanpa terinjak, tanpa ternoda, tanpa melukai?
Aku tak mampu menjamin, hanya dengan segenap kemampuan berusaha...

hari ini, tanggal yang diperhitungkan teliti oleh Ayah menjadi hari Lahir Ibu.
Jujur, seandainya dalam suatu pilihan aku takkkan sanggup kehilangan Ibundaku tercinta...
Bukan karena pilih kasih... namun... Di sampingmu aku menjadi berarti
saat diri ini merasa kerdil
saat hati ini kecil
dengan kasih sayang Bunda
semangatku kembali menyala
rela... bertahan.... agar Bunda ringan dengan tugas keseharian, meski hanya itu...

Maaf Bunda
Kata Maaf tidak cukup yah...
tapi untuk masalah yang satu itu, melibatkan banyak hal dan ananda tak mampu sendiri... tidak tau apa yang harus ananda perbuat untuk itu. Untuk sekeping hati... bukan kuasaku agar cenderung padaku. Doa ku, dan restu Ayah Bunda jua.... menjadi sumber kekuatan yang tak kan pernah terkalahkan dan Semoga ALLAH Berkenan mengabulkan dan yakin semuanya akan indah pada waktunya..

Aku masih tetap menjadi putri yang kolokan kan ^_^
dan 
meskipun Ayah dan Ibu punya pilihan
tetap
otoritas ada  padaku
Aku tidak ingin menyalahi kepercayaan itu
Semoga ALLAH membimbing dalam ridhla_NYA
AMIN  ya RABB..
 Syukur atas karunia_MU y ALLAH Terima Kasih atas kehadiran mereka untukku...


 .