Loading...

Selasa, 08 November 2011

Bukan Hanya Sekuntum



Terpendam
Tersembunyi rapi
Seolah semua telah melupakan
bahwa ia,  ada...

sekedar rumput hijau
dipandang sebelah mata
yang terinjak
bahkan dibiarkan mengering
atau tercerabut paksa lalu tercampakkan

Rangkaian raga yang tak berarti
Sebenarnya,
itu kan yang akan terjadi...
pada diri... nanti...
Lalu,
disini dengan bangga
masih memiliki nyawa...
untuk apa?

ketika dilupakan
muncullah harapan
menyambut rinai hujan
kuncup pun dengan diam diam
tunas yang bertebaran
menyemai keindahan

ragam warna menawan
سبحانالله

Wahai jiwa!
adakah kau takjub padanya?
ataukah kesyukuran untuk_NYA
semua adalah ayat-ayat_NYA
yang tergambar nyata
di hadapanmu

Dimanakah dirimu, kini?
Apa hati ini telah mati?
Tak peduli dengan kenikmatan
yang sebenarnya telah kau dapati...
Terus... terus... dan terus...
kau anggap
semua
hanya
hal yang biasa
sama sekali tak berharga
Kasihan...
kau,
insan yang merasa merana..
terlupa syukur kehadiranmu yang memberi warna
Tapi
kuntum itu bukan hanya satu
Dan
belum tentu
dirimulah yang akan terpilih...
***FITSY***
-----------------------------

  • 20_11_2011 kalender cantik... kata seorang penyiar radio...
ya, Subhanallah... aku bisa  lanjut merangkai cerita berkesan saat menghadiri walimahan salah seorang kerabat.

 * Mulai dari  sandal molek yang putus.
*Anak2 sepupu jauh yang  pada bertingkah dengan teman-teman kecil lainnya.
*hingga acara perkenalan...

Perkenalan?
Setelah sekian lama membujuk, ngasih data2 standar, adik temenku berupaya mempertemukanku dengan seorang temannya... Aduh, aku yang 'OOT' sepertinya sekitarku 'udah pada kenal sama dia. Kali ini, kriteria idaman ada pada beliau, tapi...
Yee... walau kamu menatap dalam-dalam wajahku, Bu' aku tetep dingin tanpa ekspresi...
Ayolah, aku, kan bukan anak gaul kayak kamu, Bu'...
Aku,  ya, diriku...
Lagian, aku bingung mau ngomong apa..
Juga, harus menjaga pandangan, kan...
Nggak ada acara saling memandang, ternyata, beliaunya mengerti, meminta diri untuk keperluan lain...
Data2 kembali diperdengarkan oleh adik temenku, nih.
O iy... yang walimahannya kuhadiri saat  ini, dialah Sang perantaranya (terbukti, kan! betapa solidnya... hadew... )...

"Namanya 'T', yang tadi baca 'A' ,  tinggal di B, bekerja dan jadi pengurus di B, asalnya D, lulusan S, jurusan T... bla.. bla.. bla"

Reaksiku?
aku tak bergeming, seolah asyik dengan layar hape-ku, asyik memantau tulisan temen-temen di grup tertutup. yang penting aku menyatakan kehadiranku dengan nge-like postingan mereka. Dan ketika aku ikut2an posting cerita saat itu, malah aku bingung sendiri ketika membacanya 'Mbak, cerita apa, tho?' seorang admin sampe bertanya2    ...    >_<

Sampai kapan aku 'gamang' seperti ini?
Ingin segera berbagi beban yang begitu berat ini
Aku tidak ingin sekeping hati ini terus berserakan...
aku ingin segera menyatukan
tapi, satu hati itu belum halal...
Selalu dan selalu, jangan pernah bosan menasehati diri agar sadar akan kenyataan...
Satu hati itu belum halal...
Peringatan berkali2 untukku!

Hei!... open your mind!

hanya keledai bodoh, bisa jatuh ke lubang yang sama...

Kenyataan, kan...  sampai sekarang, belum ada 'action' apapun dari yang aku rasa sehati denganku?
Ya, ALLAH  Bersihkan hatiku...
Hamba tidak ingin terjebak lagi dengan 'rasa' yang hakekatnya hanya ALLAH Yang Tahu..
Lebih baik dicintai daripada mencintai namun tak berbalas.. (cinta pada ALLAH lah yang berbalas kali lipat)

Keep in real...

Kecenderungan ini?
kesetiaan atau kesesatan?
ataukah ujian?

Sadar akan diriku
bukan hanya aku seorang
Apakah aku yang terpilih?

'Ketika Cinta Tak Bertasbih'
by Faris justice Voice
dari sumber yang bisa dipercaya bahwa cinta yang bertasbih adalah ketika cinta itu ditujukan pada ALLAH Ta'ala semata.





Add caption