Loading...

Senin, 18 Maret 2013

Antara Cinta Dan Cara Makan


Banyak deadline yang ingin dikejar, aku malah pingin banget nulis ini.

Pengertian yang menggelitik hati  untuk aku sampaikan pada diriku sendiri.

Yap, aku  dengar dari Ustadzah Farida Nur’aini  dalam  kajian Harmonika di radio  Dynamic Moslem Station ( www.radiomhfmsolo.com ) tentang cinta. Cinta itu fitrah  punya tiga level. Level pertama hanya sebatas suka, biasanya  berupa pernyataan. Level  kedua itu seneng, dalam  keadaan demikian seseorang  akan  menunjukkan perasaannya. Dan terakhir level  tertinggi  adalah cinta dengan pembuktian rela berkorban untuk yang  dicinta.

Ha.. ha.. hai.. aku  akan katakan padamu kalau aku tidak cinta kamu! Karena aku hanya membutuhkanmu dan itu bukan cinta *_~ Cinta yang demikian  bisa kita terapkan  pada Yang Maha Kuasa ya?  Menurutku begitu, entah menurut yang lain.

Perjuangan kita tempuh dalam Menjalankan segala perintah_NYA  dan meninggalkan semua larangan_NYA demi mendapat keridhaan ALLAH…
***

Hari ini,  super sekali,  dapat kata-kata dari Pemateri Golden Ways.  Mario Teguh.  Ups, sebentar mulai  amnesia, nih ?  a @_@.. 
' anda tidak cinta kalau tidak menuntut. Menuntut ‘dia’ menjadi  apa yang anda harapkan. Tentunya dalam hal kebaikan, dong! Dan orang yang mencintai adalah rasa takut (takut kehilangan) hingga menjadikan diri menjadi apa yang ‘dia’ harapkan. '
Lhah ?!
Itulah yang  aku tangkep dari acara tadi…

Ehem.. ehem.. aku harus sayang pada tubuhku. Inilah milikku satu-satunya. Harta yang tak ternilai dengan kesempurnaan yang di-amanah-kan  ALLAH padaku  ini. Walau kadang terlupa jua dzalim pada diri sendiri hanya  demi secuil kesukaan. Sungguh yang secuil itu perlu  kerja keras untuk menetralkannya.  Racun berbahaya yang dengan sengaja dimasukkan ? Ah, tega sekali Yang diamanahi tubuh  itu… استغفرالله 

Dan, ini soal makanan My Brother s ! My Sisters !

Jujur, aku punya tipe tubuh yang gampang gemuk juga gampang kurus.  Jadi, aku harus  pandai-pandai  mengatur porsi makanan.  Bahkan, gegara pengin  ngurusin, aku jadi terkena penyakit thypus. Mulai gemuk saat SMP dan kembali menyusut selepas tamat diploma satu. Setelah sembuh dari typhus, dalam keadaan ramping malah nggak gampang sakit. Tubuh pun kembali melar kalau remnya blong maunya makan teruss. Hadeh*
Bagiku, tubuh gemuk itu beban ! Berat gitu loh! Jadi aku lebih suka tubuh yang singset ... biar ringan membawanya  0_o

Dari pengalaman pribadi, mulai sekarang perlu juga menerapkan tips dan trik berikut, deh..  Eits, enggak perlu dilakukan kalau tidak bermanfaat!  Setiap orang punya cara sendiri, kok, mengatasi masalahnya. Termasuk diriku !
Mulai dari mind-set dalam pikiranku, kayak apa sih ukuran ideal untuk tubuhku? dengan membayangkan 'begini harusnya bentuk tubuhku' cukup membantu realisasinya... Insya ALLAH menjadi kenyataan. Kan ALLAH itu menurut prasangka hamba-NYA ^_^  

Berikutnya :

*Memahami arti makan bagi tubuh.

Makan untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Rasulullah kan mengajarkan bahwa makanan itu fungsinya untuk menegakkan tubuh!?
Jadinya memilih makanan yang menyehatkan tubuh adalah suatu kebijakan pada diri sendiri..
Mengingat lagi pengertian  yang diajarkan sejak Sekolah Dasar tentang  ‘4 Sehat 5 Sempurna’.  Empat unsur  utama yang diperlukan tubuh terdiri dari

1. Karbohidrat  ( sejenis nasi, jagung, sagu, ketela, gandum, arrow root, de-el el)
2. Mineral ( yang dapat diperoleh dari hijaunya sayur-sayuran, semisal sawi, bayam, kangkung , brokoli, dst)
3. Protein ( terkandung dalam berbagai macam  produk hewani  berupa  daging, telur ayam, juga produk kacan-kacangan.
4. Vitamin (terdapat pada buah-bahan segar)

Agar sempurna , minumlah  susu!

Teori  yang mudah tapi terlalu rumit dipenuhi.  Jika ini dijadikan kebiasaan tiap hari jadi pilihan yang berarti. Dari obrolan sesama  teman komunitas, jadi ngeh kalau 4 sehat 5 sempurna sering disebut ‘ Bento’ makanan khas Jepang itu.
image from google (vivalife.c0.id )

Karenanya, aku sering itung-itungan.  Jaman sekarang, berapa biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi  4 sehat  5 sempurna  itu ? Justru jajan di pasar berupa nasi  jagung  komplit dengan kuluban (sayur rebusan dengan bumbu urap) sambel terasi, sambel tumpang, sepotong tahu , plus peyek ikan asin.  Boleh percaya atau tidak dengan harga seribu rupiah sudah bisa mendapatkannya pada pagi hari . Tapi, aku lebih suka membayar yang dua ribu rupiah  dengan mendapat tambahan sepotong tempe bacem. Tempe yang  khas bentuknya  sebab  dibungkus sedemikian rupa dengan   daun pisang dan kertas. Nasi  jagung ini baru bisa didapatkan di siang hari di pasar Ampel.
Ya, aku lebih memilih duaribu rupiah untuk membeli nasi jagung  sebungkus daripada beli bakso seharga enamribu rupiah per mangkok. Sekali-kali boleh lah memanjakan lidah dengan bakso atau seporsi sate sapi plus kupatnya Pak Bandi di BonJeruk sana  dua belas setengah rupiah (Rp. 12.500,00)  atau nasi tumpang special daging empal  Mbok Nah (sebungkus Rp. 10.000) atau Bu Riyati (sebungkus Rp. 7500). Yummy! Hanya sekali-kali…    makan di warung Tegal, atau Soto Ndelik, atau Soto Seger Mbok Giyem, atau Soto Rumput terminal Sunggingan ^_^



* Mengenal Adab  Makan Rasulullah SAW

Jadi  perhatian juga tentang hal yang diajarkan Rasulullah untuk menu  buka puasa . ‘Berbukalah meski hanya segelas air dan sebutir kurma’
Kenapa kurma? Menurut para ahli dalam sebutir kurma mengandung semua unsur makanan yang diperlukan tubuh. Kelebihan lain dari kurma mudah dicerna  sehingga secara instan memberi  asupan nutrisi ke seluruh tubuh. SUBHANALLAH
Kebiasaan lain yang dilakukan oleh RAsulullah SAW adalah minum madu dan susu (perlu diketahui binatang peliharaan di Arab yang  sering diperah susunya adalah unta dan kambing) Kedua jenis susu ini lebih mudah dicerna dan lebih toleran sehingga jarang menimbulkan alergi.

Berikut  adab-adab makan  Rasulullah SAW:

Tips makan dengan tangan tanpa sendok garpu

1.       Cuci  tangan sebelum dan sesudah makan
2.       Mengucap ‘Basmallah’ untuk memulai makan dan mengucap Alkhamdulillah atas rahmat ALLAH Ta’ala dengan tersedianya makanan.
3.       Makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Setidaknya mengatur asupan makanan sepertiga bagian dari pemenuhan perut, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk pernafasan. Perut yang terlalu kenyang bikin sakit perut dan malas untuk beraktivitas.
4.       Menggunakan tangan kanan untuk menyuap makanan ke mulut. Enzim pencernaan dihasilkan oleh tangan kanan.  Memakai tiga jari (ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah) Rasulullah juga menjilati jari-jarinya karena diantara makanan itu ada keberkahan dan tidak tahu dimana, mungkin pada sisa-sisa makanan di jemari kita.
5.        Mengambil makanan secukupnya  yang terdekat dari kita tanpa menyisakannya di piring.

Adab lain yang perlu diperhatikan adalah tidak mencela makanan. Jika tidak berselera lebih baik ditinggalkan. Tidak bersandar ketika makan dan tetap dalam keadaan duduk dan tidak berdiri. Memungut makanan yang terjatuh dan membersihkannya.  Bila kita mendapat jamuan dengan mendoakan orang yang menjamu hidangan.

Tidak duduk pada jamuan yang menyajikan makanan dan minuman haram di dalamnya.

            Terakhir adalah fokus !
            Fokus dengan apa yang dimakan kalau enggak ingin tersedak !   

(*sumber  www.kabarislam.com)



*Trik Jitu Mengatur Asupan Makanan Dengan Caraku

Keren! Aku punya cara jitu? Eh, aku mau bilang cara ini tidak aku temukan begitu saja karena aku membiasakan (:bilang aja sok jaim) makan dengan cara ini. Diajarin sama ortu, nih. Ortuku selalu berhasil membuatku tertantang untuk melakukan hal yang awalnya tak kusukai  Aku merasa terlepas dari kebiasaan ini semenjak diriku jarang makan bareng dalam keadaan sunyi (padahal nggak ada walimahan tanpa musik)

Suatu kali aku minta jajan sama Ibu (ups, biasa ding ^_^) tiap gajian pensiun aku minta ditraktir. Aku milih warung soto sederhana di lantai tiga pasar Ampel.  Bukan hari pasaran (di Ampel hari pasarannya Pon dan kliwon) jadi warungnya lumayan sepi, cuman satu dua pembelinya. Selain aku dan ibu hanya satu orang pembeli lain separuh baya tapi lebih muda dari Ibu. Penampilannya sederhana hanya memakai kaos sebagai atasan dan bawahan rok sebatas betis. Rambutnya dicepol rapi. Sedangkan aku , ibuku dan penjualnya memakai jilbab lengkap sedangkan asisten penjual memakai kemeja dan bawahan kain jarik. Glekk! Suasana sepi!  Aku tak mendengar bunyi apapun selain suara orang dan agak gaduh di luar. Mosok, kalah sama yang penampilannya apa adanya? Kalah Priyayi ?  Jaim ! Otomatis aku bernostalgia kembali dengan kebiasaan menjemukan itu.

Warung yang menurutku terbilang bersih cuman terlalu sederhana saja hingga  terlihat kucel dipandangan. Aih, aku tidak sedang berada di jamuan makan resmi para bangsawan kan ?_? Owh, ada ketukan lirih dari mangkuk Ibuku dan aku tahu ibu sudah bersusah payah untuk meredam keriuhan di mangkuknya. Yah, acara makan dua mangkuk dalam setengah jam gagal, dah. @_@ Iyeelah.. makan karak pun harus kuhisap dulu biar ndak berbunyi ‘kress.. kress.. kress’  Inisiatif aku cemplungin tuh karak ke kuahnya biar melempem sekalian tinggal disendokin. Lagian mangkuk yang disodorkan pada aku dan Ibu porsi besar.  Sedang si Ibu sebelahku mangkuk porsi kecil, lumayan agak penuh di perut lah! Tengsin berat kalau mau  nambah lagi, kan?  Makanan pendamping berupa tempe gendhok’an (tempe  yang dibungkus daun pisang) goreng  atau perkedel  kentang juga tiada… merana!  Untung ada ide minta dibungkusin satu untuk dibawa pulang..


So, My Bro and Sist… trik jitu  menahan banyaknya makanan yang masuk ke mulut  dengan  cara makan ala kerabat keraton  atau putri Indonesia pada jamuan makan resmi ! Berikut hal-hal yang musti mendapat perhatian :

Tips makan dengan sendok dan garpu

1.       Tidak ada suara apapun saat makan atau minum baik dari mulut maupun peralatan makan.  Sebisa mungkin meredam mulai dari bunyi ‘ting..srup.. sret.. cap.. plug.. kress..  gleg.. ah” pokoknya hening tanpa suara! Ada yang berinisiatif pake piring dan sendok plastic ? masih bisa menimbulkan suara ‘Thek..thek’ tuh ! Emang mau kayak baby.. mum.. mum.. hi hih...
2.       Makanan yang diangkat dan dimasukkan ke mulut tidak lebih dari separuh  sendok sehingga tidak memenuhi rongga mulut. Dan isi piring (piring makan biasa bukan loyang buat lauk)  masih terlihat lekuk lingkarannya yang  di tengah itu.
3.        Tidak ada gerakan rahang ke kanan kiri, hanya  gerakan mulut aja dari atas ke bawah dan mulut dalam keadaan rapat saat mengunyah makanan. Ingat, nggak boleh ada suara dari mulut !
4.       Mengunyah makanan sedikitnya sebanyak 23kali sekali suap. Makin lama mengunyah, makanan jadi lebih enak, lho… Coba aja !
5.       Menghitung dengan  tepat seberapa lama durasi makan dengan porsi makan. Biar selesai pada waktunya dan tidak meninggalkan sisa makanan di piring.  Sehingga tidak ada yang mubadzir.


Tips jitu lain adalah mendahulukan minum dan makan buah. Baru makan.
 Makanan berikutnya adalah sayur.

Diet yang dibenarkan adalah mengatur pola makan secara sehat. Bila tujuan diet untuk menggemukkan badan, makan teratur tiga kali sehari dengan menambah porsi makan. Sebaliknya, bila ingin menurunkan berat badan, makan teratur sehari tiga kali dengan mengurangi porsi makanan.Caranya,  ambil nasi  sama banyak dengan jumlah sayur. Pastikan sayurnya habis dilahap dulu. Biasanya aku memakannya dengan lauk  sehingga perut lebih kenyang.  Lalu mengambil lauk lagi untuk nasi. Cukup jitu mengurangi  porsi  nasi dan keadaan perut kenyang.  Istri  sepupuku sewaktu belum nikah gembrot dan sekarang anaknya sudah SMP, tubuhnya ramping. Dia mengharuskan selalu ada sayuran dalam setiap porsi makanan. Sayur adalah serat alami yang memudahkan pencernaan, mengikat lemak , dan memperlancar  BAB.

*Jangan Mencelakai Tubuh Dengan Makanan.

Jaman sekarang, penyakit banyak macam dan ragamnya. Sebagian besar diakibatkan pola makan yang tidak teratur dan tidak seimbang. Hanya sekedar mengumbar kesenangan tanpa mengindahkan kebutuhan makanan yang diperlukan tubuh.

Mementingkan makanan yang diperlukan tubuh. Dalam kata lain:
Pentingkan perut jangan  manjakan lidah!
Meskipun bisa juga mengupayakan makanan yang berfaedah dan enak di lidah…
Asal kita tau kalau makanan itu diperlukan tubuh, rasa pun akan mengikuti, dan lidah berucap ‘aku juga butuh!’ ^_^

Perseteruan (perseteruan apa ?) entahlah ? aku tidak tahu bagaimana cara menanggapinya. Malah, aku jadi teringat kisah yang sempat terlupa.  Tidak!  Ini pengalaman yang begitu berarti. Arti dari sebuah kehilangan…

Hah, aku sempet dilemma ketika harus memilih antara memberi makanan kesukaan dengan yang dibutuhkan oleh penyandang penyakit hipertensi.
Orang yang aku sayangi memintaku memberikan makanan yang disukainya padahal bisa berakibat buruk pada kesehatannya. Huh, aku sampai mengadu pada Sang Pencipta untuk mengingatinya. Bahkan demi kebaikannya aku harus menelan makanan bersantan berupa gulai kambing (bisa dibayangkan tensi sedang tinggi makan gulai kambing)  dengan konsekuensi, Secara aku tidak suka makanan bersantan kalo emang nggak kepengin banget. Alhasil. Demi kebaikan tubuhku juga aku mengimbangi dengan minum banyak dan melalap seledri  banyak-banyak. Terus, was-was minum air jeruk karena aku punya gejala thypus. Trenyuh aku kalo teringat kembali…Ya ALLAH mohon ampunan-Mu ya RABB…
Kenapa beliau tidak mengambil hikmah saat menonton Jewel in the Palace? Padahal beliau juga runut mengikuti kisah Jang Geum itu?  Ada nasehat bijak dalam memilih makanan.  Seandainya waktu dapat diputar kembali dan aku mampu membagi hidayah yang diberi ALLAH meski sedikit.. Tapi mana mungkin aku juga ciptaan ALLAH @_@
Aku juga terlibat perang dingin dengan beliau gegara rokok. Padahal jelas tahu paru-parunya bermasalah.. Ya ALLAH keampunan yang kumohon untuk kami (Doa untuk kedua orang tua).


Memaknai kembali ‘cinta’. Apakah yang kulakukan adalah bentuk cinta? Mungkin! Aku jawab mungkin karena benci dan cinta itu batasnya sangat tipis..

Biarlah aku mencinta meski dengan cara yang tidak disukai !

 J
J Jangan begitu ! Bahkan aku pernah menggugat pada ALLAH jika terbentur sesuatu. Padahal aku sendiri yang meminta peringatan. Yah, sadar sebagai manusia yang alpha. Harusnya aku mah bersyukur ..   Cinta ALLAH memang 'misteri...
Semoga ALLAH  memudahkan kita mengambil hikmah dari setiap kejadian.. Aamin ya RABB
image from google(bidunia.blogspot)