Loading...

Rabu, 24 April 2013

Jajanan Pasar

Jajanan Pasar

Surprise, suatu kali pergi ke pasar. Ada angkringan baru disalah satu sudut, depan pintu gerbang utama Pasar Ampel.  Pedagangnya sibuk membolak-balik jadah (penganan dari ketan ) di atas panggangan sederhana. Yang bikin heran karena yang melakukannya masih muda. Mungkin seusia anak SMU sambil sesekali  memperhatikan monitor hape-nya dengan seksama. Satu lagi yang akan melengkapi jenis jajanan  di pasar ini. Apalagi, aku sendiri menyukai penganan yang terbuat dari ketan.

Aneka makanan yang terbuat dari ketan antara lain :
  • ketan  biasa yang makannya dilengkapi dengan srundeng/ ragi, atau bubuk kedelai atau juruh(kinca gula merah).  Adakalanya ditaruh diatas bubur  lalu diberi sambel lethok(sambel tumpang) atau juruh.

Lemper, beras ketan yang dikukus. Sementara itu membuat areh( santan kelapa yang direbus bersama gula pasir, garam hingga mengental). Ketan yang telah dikukus diaduk dengan areh, diberi isian abon dan dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus kembali.  Agak sulit mendapatkan jenis  jajanan ini bila tidak memesan khusus pada penjualnya atau langsung pada special pembuat snack.  Karena biasanya lemper dijadikan  panganan  khusus untuk menyambut tamu undangan maka  yang punya gawe lebih suka membuatnya sendiri.


Wajik, beras ketan yang diolah bersama santan dan gula kelapa. Kadang dengan gula pasir dan diberi pewarna  buatan. Bumbu yang disertakan biasanya kayu manis, cengkih, jahe yang dibakar lalu digeprek,  pandan,  dan irisan brambang.
wajik
Jadah, beras ketan yang dikukus . Diangkat, ditambah kelapa parut, dibubuhi garam secukupnya  untuk kemudian dikukus kembali.  Selanjutnya dithethel (dijojoh : dihaluskan ) dan ditempatkan dalam wadah untuk dibentuk.
jadah

Jenang, beda dengan yang di daerah Garut dinamakan dodol dan orang Tiongoa menamainya kue ranjang. Jenang dibuat dari tepung ketan  memakai pemanis gula kelapa. Kadang dicampur dengan gula pasir dan diaduk  bersama santan hingga mengental. Lalu dituang ke dalam wadah. Setelah dingin baru diiris-iris.  Sedangkan jenang alot atau aku menamakannya jenglot  diambil ketika  jenang sudah matang namun belum terlalu kental. Rasanya unik dan kenyal-kenyal, lengket di jemari.
jenang
Krasik’an, dibuat dari ketan yang disangrai lalu ditumbuk, dicampurkan dalam adonan tepung ketan dicampur parutan kelapa dan kinca gula merah lalu dikukus.
krasik'an

Klepon dibuat dari tepung ketan diberi air kapur sirih dan diuleni dengan air hangat hingga kalis lalu diberi gula jawa sisir ditengahnya. Dipulung-pulung dan dimasukkan dalam air mendidih hingga mengapung. Diangkat dan disajikan dengan parutan kelapa.
klepon

Awug-awug, adalah tepung ketan dicampur parutan kelapa dan gula pasir yang dikukus.
Hampir mirip dengan adonan awug-awug adalah wingko babat. Namun mematangkannya dengan dipanggang atau dibakar diatas bara.

Sagon lempit sama bahannya dengan awug-awug. Cara memasaknya yakni dipanggang diatas cetakan serabi atau apem  dengan api kecil  lalu dtekuk.
 Ada juga Sagon dibentuk papan pipih lalu dipotong-potong  biasanya diberi perasa jahe.
sagon

Onde-onde ada dua  yang ceplis adalah bentuk onde-onde yang kecil dan kress. Sedang yang satu onde-onde isi yang diberi isi kacang hijau atau kacang tunggak (tholo) yang dihaluskan atau yang biasa disebut kumbu.
Onde-onde kumbu
 Rengginang, ketan kukus yang dibentuk bulat-bulat pipih lalu dikeringkan. bila sudah kering kemudian digoreng.

Lopis adalah ketan yang diberi cethithet (bleng) lalu dibungkus memanjang seperti lontong namun lebih kecil dengan daun bambu atau pisang. Bila dihaluskan dan dipadatkan lalu diiris-iris dinamai ' Gendar Ketan'. cara yang sama untuk nasi yang dicampur bleng disebut ' Gendar'atau 'Puli'. enak dimakan bersama sambel pecel atau srundeng atau digoreng atau dimakan begitu saja.

Puli atau gendar bisa diiris-iris terus dikeringkan  kemudian digoreng dalam minyak panas dengan api yang besar maka jadilah 'karak'. kerupuk yang enak untuk pelengkap makan soto.

berbagai olahan nasi maupun ketan tersebut mengajarkan tentang arti pentingnya makanan. Menghindari ke-mubadzir-an makanan. Seharusnyalah memasak dengan takaran yang sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga pas. Kalaupun  bersisa, sisa makanan tidak sepantasnya dibuang. Bagaimanapun juga menyia-nyiakan makanan adalah perbuatan tercela dan wajib dihindari. Apapun bentuk makanannya meskipun sisa adalah rizki yang harus disyukuri.
Nasi sisa bisa dikeringkan menjadi beras aking. dengan diberi bleng dan digoreng bisa menjadi camilan. orang jawa menyebutnya 'Cengkaruk'. Produk cengkaruk ini bisa dibentuk menjadi bulatan atau persegi dengan rasa yang bervariasi antara manis, gurih, pedas, dan asin.
***

Berikutnya adalah
Jajanan pasar yang terbuat dari  tepung beras diaduk dengan santan dan gula yang biasanya memakai tapai yang dihaluskan. Agar praktis ada  pengembang fermiphan. Adonan didiamkan selama 45 menit maksimal semalam dan dicetak dengan cetakan khusus  antara lain:

Apem dalam perkembangannya kadang dibuat dari gandum juga. Penganan yang konon dalam sejarah dibawa oleh Ki Ageng Gribig  pada bulan Shafar (dari bahasa Arab yang berarti : bepergian) sebagai oleh-oleh sepulang dari tanah suci. Karena tidak mencukupi untuk dibagikan pada penduduk (Jatinom) maka bersama istri mencoba membuat adonan yang serupa. Di saat yang sama penduduk dalam keadaan kelaparan dan kekurangan bahan pangan sehingga kue-kue tersebut diperebutkan. Menyaksikan itu semua Ki Ageng Gribig meneriakkan 'Ya Qowiyyu' yang artinya Ya ALLAH Yang Maha Pemberi Kekuatan.
Atas kebesaran rakhmat ALLAH semua penduduk kebagian jatah. Lewat peristiwa itu  beliau memberi wejangan untuk selalu berbagi kepada sesama.
Oleh para penduduk setempat momen ini selalu diperingait dan menjadi tradisi 'sebaran' apem di Jatinom, Klaten sana.

Apem berasal dari bahasa Arab ‘afwan’ yang berarti ampunan atau ungkapan permintaan maaf. Oleh lidah orang Jawa kata afwan itu jadi berubah apem.

Carabikan, dicampur sedikit tepung kanji dan saat diangkat maka akan merekah seperti bunga.
carabikan

Cucur, adonannya digoreng dengan api sedang dan tak perlu memakai cetakan. Cukup dituang di tengah2 wajan maka akan berbentuk bulat dengan sendirinya.
cucur

Nagasari, kalau yang ini tidak perlu memakai pengembang. Cuma di tambahin irisan pisang dan dibungkus lalu dikukus.

Kue lapis dicampur dengan hunkwe kadang diganti dengan gandum . Lapisan  terbuat dari pewarna, masing-masing didiamkan selapis demi selapis dituang ke dalam cetakan.

Serabi di pasar Ampel  kecl-kecil dan diberi parutan kelapa dan kinca gula merah. Sudah sulit mendapatkannya. Oleh  pembuat snack, serabi ini dimodifikasi dengan diberi parutan keju dan meses lalu digulung dengan daun pisang atau dibuat kue mangkok lalu dikemas dengan kotak plastik kecil.
serabi dengan taburan meises
***

Angkringan dawet ketan dari cendol yang terbuat dari pati onggok. Jenis pati ini juga bisa dicampur dengan nasi yang dihaluskan bersama bumbu lalu digoreng. Ada juga yang memasukkannya pada tahu pong lalu digoreng. Rasanya tidak akan kalah dengan tahu isi bakso.

Es camcau di siang yang terik meman nikmat. Camcau dibuat dari batang camcau asli, dong, Tanpa kimia, tanpa pewarna !
dawet dan es camcau..

Ragam bubur di pasar Ampel juga ada beberapa pilihan mulai dari bubur lemu dengan juruh atau dengan sambel tumpang. Terus ada bubur kacang ijo, bubur sagu, bubur ketan hitam.
Bubur candil yaitu candil dari tepung ketan yang diberi air kapur sirih lalu direbus sampai terapung dalam air mendidih kemudian diberi tepung beras yang telah dilarutkan dengan santan. diaduk hingga mengental dan disajikan dengan santan.
Bubur sumsum terbuat dari tepung beras yang telah dilarutkan dengan santan dimasukkan dalam air mendidih dan diaduk hingga kental. Menyajikannya dengan kinca gula merah.
Pilihan lain adalah bubur ketela yakni ketela rambat yang diaduk dengan adonan tepung kanji (ACI) hingga kental. Memakannya dengan menuanginya santan.
sajian bubur
Berondong jagung, ketan,dan beras. Yang aku tahu, sih, bahannya dikukus dulu kemudian dikeringkan baru dipanggang atau di-oven sehingga bisa melendung-melendung (menggelembung)hingga mirip kapas seperti itu.
macam-macam berondong




Pondoh adalah panganan dari nasi jagung atau nasi beras yang dihaluskan dicampur parutan kelapa lalu dipadatkan dan diiris-iris untuk menyajikannya. biasanya dicocolkan dengan sambel korek (sambel bawang) atau bersama serundeng.
pondoh jagung

Grontol  merupakan jagung pipil yang direndam dengan air kapur [enjet] hingga merekah kemudian dikukus hingga matang. Menyajikannya dengan parutan kelapa dan gula pasir atau kinca gula merah.
grontol

Cethil ini terbuat dari pati kanjierbuat dari tepung kanji. Teksturnya kenyal. Menyantapnya dengan dilengkapi parutan kelapa dan gula pasir.
cethil

Gemblong  terbuat dari ketela pohon yang dihaluskan bersama gula kelapa atau gula pasir dan garam secukupnya. berbeda dengan gethuk yang hasil gilingan sehingga lebih halus. Gemblong memiliki tekstur yang masih sedikit kasar.
Gemblong putih bisa dibentuk bulat dan tengahnya diberi gula pasir, dicelup ke dalam adonan gandum lalu digoreng. Namanya penganan 'Gemblong cothot. 
gemblong gula jawa

gemblong gula pasir

Sawut adalah singkong yang diparut sawut lalu dicampur gula merah dan dikukus. Kadang diberi rasa nangka. Pelengkap menyajikannya dengan parutan kelapa.
sawut


Thiwul dibuat dari tepung gaplek yang disiram air secukupnya untuk selanjutnya diayak menggunakan tampah/nyiru [interan] sehingga terbentuk butiran-butiran kecil sebesar telur semut. Kemudian dicampur gula merah lantas dikukus. Lengkapi sajiannya dengan parutan kelapa.
thiwul

Roti gimbal adalah jenis roti khas yang adonannya menggunakan santan atau parutan kelapa. Rasanya garing dan gurih.
roti gimbal
Kue Kering tradisional yang cocok buat pengisi toples
Kembang waru dan kecipir

Add captionAneka kue semprit dan yang berbentuk roda namanya 'kembang goyang

Kue semprit yang berbentuk bulat dan disisi lainnya pipih disebut geplak dan kue semprit yang bisa disebut 'letter 'S' dinamakan kue garut. Rasanya yang khas yaitu hilang di lidah bila dihisap. Mirip Brem, bedanya meninggalkan rasa yang begitumanis.