Loading...

Minggu, 12 Mei 2013

Ketika Suatu Rasa Menyapa


Saat Bersua atau Saat Bersama?

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima dengan tema 'Cinta Pertama'
C i n t a
Tak habis kata untuk memaknai cinta. Ungkapan kasih sayang dan ketertarikan rasa. Mulai berbunga-bunga hingga bermuram durja. Tidak perlu diucapkan  pandangan mata pun telah  berbicara. Tanpa mengenal kasta apalagi usia, dari pelosok desa sampai tengah kota dilanda asmara. Rela berkorban apa saja demi yang dicinta.

Jadi ingat salah satu jargon parfum khusus pria ‘Kesan pertama begitu menggoda! Selanjutnya…
Terserah Anda!’
image from google

Penasaran dengan pertanyaan ‘Apakah cinta itu pada pandangan pertama?
atau
Cinta karena terbiasa bersama?
Mungkin, rasa itu tumbuh oleh ketertarikan semata.
Dan, bisa jadi  perasaan kasih sayang bersemi saat merasa butuh. 

Tanpa ada kerelaan, mana mungkin bisa bersama? Kalau pun memaksakan, apa sanggup menjalani hari? Ya, mungkin dengan rasa membutuhkan hubungan bisa terjalin dan itu suatu keniscayaan…[eh] kenapa aku jadi galau gini? [CURCOL]

Begitulah kalau mem-fokuskan cinta pada lawan jenis atau pasangan semata. Bagi yang sudah berumahtangga, cinta itu membangun syurga dunia sebelum syurga yang sebenarnya. Sebaliknya, yang belum jua menemukan tambatan hati, cinta itu bagai misteri.  Hanya yang dianugerahi ketentraman hati yang sanggup melewati hari demi hari menanti sesuatu yang belum pasti.
Harapan dan doa keselamatan yang senantiasa dipanjatkan pada ILLAHI agar berkenan menjaga hati ini hingga satu saat nanti. Disatukan dalam mahligai nan suci. Penuh keberkahan dan ridhla dari Sang Maha Pemilik Cinta Sejati..
Aamin Ya  RABB

Lalu, kalau cinta bukan untuk seseorang yang menarik, lantas cinta untuk siapa? 
Memangnya, macam cinta hanya untuk pasangan saja ? Ya, enggaklah!
Akhirnya, ngubeg-ngubeg penulusuran google di wikipedia yang mengklasifikasikan cinta berdasar kepada media yang terpilih:
  • Cinta pada Sang Pencipta- ALLAH TA'ALA merupakan cinta yang utama bagi setiap insan[agama]
  • cinta pada diri sendiri dan kadang terlalu berlebihan menilai diri disebut 'narsisme'
  • cinta kepada sahabat [philia ]
  • cinta  pada golongan atau sukunya sendiri, fanatik kesukuannya tinggi hingga mengancam lingkungan sekitarnya [rasisme]
  • cinta pada bangsanya [nasionalisme] untuk mengabdikan diri [patriotisme]
  • cinta yang mengarah pada kemauan dan nafsu [eros]
  • cinta berdasar rasa syang pada keluarga [agape]

Terus, kalau kita cinta pada sesuatu kegiatan atau pekerjaan? Kan, aku suka menulis, suka membaca, suka belajar?
Gampang!
Masukkan saja klasifikasi diatas dengan 'hobi'
  • Cinta dalam mengerjakan sesuatu [hobi] 
^_^

Yang Pertama itu Sesuatu

Kayaknya, rumus tersebut bagiku hanya dapat diterapkan untuk cinta pada non insani, deh!

  • Seperti halnya jatuh hati pada ‘musik’ saat pertama kali mendengarnya hatiku jadi terusik. Dulu, lagu anak-anak dan tembang tradisional semisal langgam dan keroncong kerap menghiasi siaran radio. Irama  rancag dengan staccato yang mendominasi macam gaya nyanyinya Vina Panduwinata atau Sheila Majid.
  • Sampai mengenal televisi dengan berbagai rangkaian program acaranya. Dari visual itu mengenal sosok artis. Coba menelisik, apa karena kepiawaian mereka berperan, kok, bisa-bisanya menarik perhatianku?
  • Begitupun dengan operator seluler dimana nomer pertama yang aku punya. Masih terpakai hingga sekarang. Nomer ponsel kenangan dari almarhum Ayahanda tercinta. Yang karenanya, aku  memperoleh teman-teman baru dan menyambungkan kembali teman yang lost contact

‘Bagiku, apa yang telah menjadi milikku perlu dipertahankan’. Meski menyayangkan yang terlepas, tentu bukan alasan untuk memaksakan sesuatu yang bukan milikku.

  
Beraksi Dengan Hal yang Disukai

Ingin mendapatkan sesuatu yang baik harus diawali dengan baik juga. Dan sesuatu hal yang baik harus dilakukan dengan senang hati agar tidak menjadi beban untuk diri sendiri.
Namun, perlu diingat juga bila ingin menjadi lebih baik kadang harus memaksakan diri terlebih dulu. Kemudian hal baik tersebut berubah menjadi kebiasaan yang baik mengingat  lagi dan lagi kebaikan akan berbuah kebaikan pula..
Semoga ALLAH  memberi kecintaan pada diri pada kebaikan…
Sebab telah menjadi fitrah 'cinta'  itu suci dan bersifat baik.
Sebaliknya,
Anonim kata dari cinta, yakni benci merupakan rasa sangat tidak suka terhadap sesuatu.
Rasa yang mengarah pada tindakan destruktif.

Konon, antara benci dan cinta itu bedanya hanya setipis ujung rambut.
Maka dari itu ada nasehat bijak:

'cintailah dunia sekedarnya karena pasti dirimu akan meninggalkannya [maut] dan bencilah sesuatu yang merugikan akhiratmu [dosa]'

***