Senin, 13 Juni 2016

Bila Lingkungan Terancam



image YouandWe

Menyatir Bahasa Pena dan Tinta

Tiada yang lebih indah dari bahasa Al Qur'an...
Hanya upaya sederhana untuk menyelami maknanya..
Pengetahuan sederhana sebagai bentuk dari deklarasi diri!



Owel!
Tidak rela kehilangan dalam jumlah banyak karena ada perkataan dilarang untuk bertanam..
Menyadari diriku yang belum bisa menghasilkan uang.
Namun bersyukur keperluanku selalu tersedia.
Meski masih risau kenapa belum bisa memenuhi sendiri?
Yang penting aku sudah berusaha, semampuku...
Sekarang!
Bagaimana menjaga amanah tanah yang dititipkan ALLAH pada kami ini?
Tentu...
Aku memilih pena dan tinta
daripada memilih mempertahankan benteng keangkuhan!
Toh, sudah lunas terbayarkan..
Benar masih menyisakan utang dengan agunan di pihak lain.
Semoga tidak ada permasalahan soal pembayaran di masa depan.

Jika materi selalu menjadi target yang harus didapat
Tak berguna nasehat yang tersirat
Karena yang gamblang pun lewat
Bahkan mungkin makin menjerat sesat

Bagaimanapun
Hijau itu menyejukkan
Hijau itu kehidupan
Hijau itu mengingatkan
Tentang zikir
Bersama lembaran
Bahkan yang lepas berguguran

Ya الله يا خلق Lindungilah tanah ini..
Jadikan selalu tempat ini sebagai tempat ber-taqorub kepada-MU

Memang mana yang harus kupercaya?
Tukang atau Pakar?
Akar pohon itu menjebol pondasi menurut Tukang Bangunan?
Yang mencengkeram tanah itulah akar pohon sesuai dengan penilaian Para Pakar Lingkungan?
Manakah kebenaran haruskah 'ku bertanya pada rumput yang bergoyang?

Maafkan hamba yang selalu mengeluh..
Ini termasuk bacaan yang sulit untukku..
Kumohon Petunjuk-Mu Ya ALLAH..

Menyadari kembali kehadiran diri
Sebagai Khalifah di muka bumi
Merasa sesal ketika di hadapan
Terhampar rumput kering
bukan sebab kurang air
tidak jua karena umurnya
semprotan itu >_<
Tak sanggup aku
Mengenang burung yang menarik-narik ranting dengan paruhnya..
Belalang yang meloncat-loncat
bersama serangga lainnya..
Apa yang bisa kukatakan
seandainya mereka mampu bertanya?
Tidak!
Aku tak punya alasan selain jengah adanya rumput
Lebih buruk lagi
Aku tak mau tidak punya muka di hadapan-MU yaa ALLAH



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah perhatian untuk blog ini
Semoga Bermanfaat...
Terima kasih atas kunjungannnya...