Loading...

Selasa, 30 Desember 2014

Yang Diambang Pintu

Please...
forgive to my self!
What's a matter?
No.. No.. Just like shine blind my eyes...
It's too light.. so dark...
  • Kenapa aku marah bila dikoreksi?
Harusnya kan, aku berterimakasih!
Karena aku ingin lebih baik..
Dan tidak mau jadi seorang pecundang @_@*
  • Seharusnya aku bisa mencari hal yang dapat kulakukan dan tersadar..
Segala upaya ALLAh-lah  Yang Maha Menentukan. Jika aku mendapatkan sesuatu hanya  karena usahaku, itu sama sekali tidak benar!
Aku harus yakin kesempatan akan selalu ada. Lalu Bagaimana aku meraihnya dan Semoga ALLAh senantiasa membimbing langkah ini.
Apakah teguran berarti kebencian? Begitukah menurutku jika mendapatkannya tentangku?
Datang dan pergi kan berganti.Umpama  ada orang bertindak salah tentu mengingatkan seperti diriku ingin memperbaiki kesalahanku. Lalu kenapa aku harus risau dengan perbuatan orang? Ugh!
Bagaimanapun aku masih harus belajar menghadapinya...

Mungkin aku juga belum baik.
Karena kepada orangtuaku juga belum baik.
Padahal bhakti kita pada ortu adalah yang utama. Terkabulnya doa atas ridhla mereka...
Dan aku masih terus belajar...

***
  • Biarlah tak bersua, Semoga selalu dalam ingatan..
Walaupun sekian lama tak menyapa namun Semoga selalu dalam doa...

Sahabat!
kadang terlupa bahwa manusia tak mampu hidup sendiri.
Bahwa yang di sekitar kita yang paling dekat adalah tetangga...
Berbuat baik itu kewajiban yang menjadi hak mereka...
Dan bukan yang jauh yang datang bersegera
tap yang ada di dekat kita
yakni tetangga...
***

  • Tetap menunggu!
Siapa yang datang mengetuk pintu...
Bukan sekedar bertamu..
Melainkan untuk  meyakinkan yang ragu...
melengkapi yang kosong...
membagi yang kurang...
memperbaiki yang keliru...
membersamai yang sendiri...
menyemai yang gersang...
dan
menghalalkan yang masih haram
tentu saja di jalan yang ALLAH Ridha-i...
Semoga