Loading...

Senin, 29 April 2013

Meski Hanya Sebatang Pohon




Angin meniup perlahan

Menggelitik daun-daun hingga bergemeresak

Kadang lembut namun tiap kali pula sampai mengguncang

Dalam tarian mengikuti irama angin...


Batang yang kokoh seringkali merintih penuh tanya


Sebenarnya, apa sih  maunya manusia?
Daun rimbun dicukur gundul
Alasannya biar lebih sedap dipandang
Tidak tahukah mereka?
Helaian daun itu adalah selimut yang hangat?
Rantingpun ditebas, katanya biar ramping?
Oh, padahal burung-burung suka bertengger diatasnya
Lalu, ditebanglah jika diduga menghalangi jarak pandang

Keberadaan pohon pun terancam bila terbukti merintangi jalan
Apakah insan paling mulia ciptaan ALLAH itu lupa muasal mata air?
Akarlah yang menyimpan untuk mereka dalam naungan-NYA


Andai orang-orang itu tahu faedah
Paru-paruku adalah nafas seusai desah
Mungkin, posisiku takkan tergoyah
Sekokoh hunjaman akar ke segala arah
Mempertahankan tiap jengkal tanah
Jika aku berkurang jumlah
Tentu akibatnya parah
Bagi yang serakah

Marilah!
 
Lindungilah hutan!
Dalam lingkungan pertanahan
Meski mulai dari sebatang pohon berdahan...

***