Pengin
Merubah Stereotip ?
Benarkah setiap tindakan itu punya maksud ? Mana mungkin ada asap kalau tidak ada api [Eh, yang ini tentang sebab akibat, ding] tapi bisa di-korelasikan ^_^ Kali ini aku tidak akan menceritakan alasan mengapa bergabung dengan grup menulis Be A Writer [BAW] sebab tema sedemikian diperuntukkan bagi mereka yang tidak menjadi warga BAW dan ingin ikut event giveaway pertama di blog Be A Writer. For the First Event of Blog BAW with Open Giveaway. Untuk lebih jelasnya, KLIK Info Lomba
Sedangkan
diriku, walaupun belum menelurkan karya semenjulang para senior sudah tercatat di… bukan absensi kelas, bukan pula dalam nota
kependudukan.. Ee.. sebut saja list
member BAW, deh !
Aku hanya ingin mem-provokasi buat kalian yang
punya hobi menulis dan ingin mengasah bakat, sebaiknya segera cari komunitas semacam grup
yang memiliki hobi yang sama. Dengan berkumpul dengan passion yang sama
diharapkan bisa saling sharing. Berbagi itu penting untuk meluaskan pandangan dan membuka wawasan. Sama
dengan arti pentingnya membaca bagi yang ingin menulis. Salah satu cara
memperoleh ilmu dengan membaca dan bukankah membaca tidak hanya melalui tulisan saja namun
jagat raya ini yang merupakan kalam dari Yang Maha Karya. So, apalah arti sebuah buku dibanding dunia
ini ? Kita tidak akan melihat dunia hanya lewat jendela [baca: buku] saja, kan
? Kita perlu mengetahui dunia sepenuhnya secara langsung ! Diantaranya
berinteraksi dengan penulis buku. Ha ? Soal yang satu ini memang rumit. Maka dari
itu kita butuh komunitas agar para public figure dalam dunia tulis menulis
itu mau menceritakan pengalamannya dan disapa penulis terkenal itu kan sesuatu… Sssttt !!!
Pengalaman
Bergabung Dengan BAW
Bermula dari seorang Founder Leyla Hana [Leyla Imtichanah]
yang saya kenal saat mengikuti event sebuah indie
publishing FF 400 kata bertema
Poligami sebagai bentuk syukur kelahiran
novelnya yang berjudul ‘Hati Bidadari’ tahun 2011 yang lalu. Meski tidak lolos,
dari perkenalan itu Founder membuka
kesempatan bagi sesiapapun yang punya hobi menulis dan ingin serius
menekuninya. Dan, saya berkesempatan menjadi salah satu member pada awal
berdirinya BAW. .Alkhamdulillah
Awal
bergabung sih masih ada rasa segan sama
Bu Kepsek [begitu kami memanggilnya]. Tapi karena sikap beliau yang friendly dan
terbuka membuat saya betah. Ditambah para senior yang salah satu bukunya ada di
rak rumah bikin saya makin tertarik. Sikap para senior yang lain pun membuat obrolan
jadi mengalir. Setiap buka FB, maka tujuan utama singgah adalah grup BAW, grup terbuka
lalu jadi tetutup dan hanya beranggotakan 100 orang. Dimana, setiap bulan ada eliminasi
bagi anggota yang tidak mengerjakan tugas mingguan. Sekarang, grup BAW di-setting
rahasia. Anggotanya sudah 110 orang yang kemungkinan jumlahnya akan bertambah.
Untuk
mendapatkan pengalaman, saya memberanikan diri berbuat ‘usil’ di kelas. Eit,
bukan saya lho yang memulainya tapi
anak-anak yang lain. Hu.. huu.. ada yang lebih usil dari saya. Jadi, kenakalan
saya masih dalam batas aman.. hi.. hi.. hi… Kalau sudah bandel dan bikin ulah,
baru Ibu Kepala Sekolah men-drop out. Dan kebijaksanaan beliau tidak boleh
diganggu gugat sebab merupakan keputusan yang telah disepakati bersama. Saya termasuk bandel inih karena belum juga naik kelas [bandel apa OOn?] nggak seperti anggota yang lain sudah punya buku, menang lomba ini, juara lomba itu, kontributor penerbit anu @_@ sedang saya sendiri? Antologi satupun belum pernah T_T
Seolah tau kegundahan anak asuhnya ada senior yang sharing dan semangat untuk bangkit kembali. Hiks jadi terharu! Mereka masih memberi kesempatan padaku terbukti dengan quote di blog BAW [*mulai kumat geer-nya]
Seolah tau apa yang tercermin pada setiap komentar dan kebiasaan, para senior saling menumpahkan perasaan [kuanggap salah satu momen-momen indah di BAW] ternyata bukan aku saja, ya yang terjangkit penyakit hati. Apalagi kalau bukan rasa iri atas keberhasilan teman yang lain dengan karyanya yang diakui media atau penerbit atau memenangkan sejumlah hadiah. Teguran manis bagiku ^_^
Seolah tau kegundahan anak asuhnya ada senior yang sharing dan semangat untuk bangkit kembali. Hiks jadi terharu! Mereka masih memberi kesempatan padaku terbukti dengan quote di blog BAW [*mulai kumat geer-nya]
Seolah tau apa yang tercermin pada setiap komentar dan kebiasaan, para senior saling menumpahkan perasaan [kuanggap salah satu momen-momen indah di BAW] ternyata bukan aku saja, ya yang terjangkit penyakit hati. Apalagi kalau bukan rasa iri atas keberhasilan teman yang lain dengan karyanya yang diakui media atau penerbit atau memenangkan sejumlah hadiah. Teguran manis bagiku ^_^
Orang bilang saya itu kalem ! Duh, kalem itu apa ya? seperti aku ? yang ceplas-ceplos kadang sering menyakiti ? Sebenernya
aku enggak suka dianggap ‘aneh’! Diperlakukan sebagai orang asing itu nggak nyaman! Eh, tapi saya pun berbeda dengan anda! Dan, anda
bukan saya ! Nah, nyadar kalau kita memang beda! Sama halnya dengan karya. Meskipun begitu para senior memberi saran
bahwa menampilkan karya yang berbeda diperlukan kalau tidak ingin kalah
bersaing dengan karya serupa yang telah hadir lebih dulu dan telah diakui
menjadi yang terbaik. Dalam Grup BAW yang kebanyakan anggotanya Emak-Emak, Lajangers, dan seperduabelas kaum Adam [bener nggak ya absensi di thread itu ?]. Mulai dari Sabang sampai Merauke, Timur Tengah sampai Rusia, ada juga Singapura dan Malaysia kalau nggak salah. Berbagai macam karakter bisa diselami disini, mangkanya saya juga berusaha mengorek isi dari macam karakter yang muncul itu. Sebagai upaya mengembangkan imajinasi menulis fiksi. Efek dari perbincangan penghuni BAW tentang boleh tidaknya menulis fiksi bagi seorang muslim. Maka Fiksi yang saya sukai dan coba saya kemukakan adalah fiksi absolutely yakni fiksi based on true story. Salah satunya yang pernah saya ikutkan dalam postcardfiction yang diadain Kampung Fiksi berjudul 'Menjemput Pelangi'. Fiksi yang terinspirasi dari surat dalam Al Qur'an tentang asal-usul hujan [Qs, Ar Ruum (30) ayat 48 dan artikel] Meski tidak mudah juga menguliknya. Jadi jangan salahkan saya kadang berkomentar aneh ya teman-teman! Ups ! Tidak sefrontal itu kayaknya. Saya lebih suka jadi Silent Reader istilah keren dari tukang ngintips (ngincer trik dan tips).. he.. he.. Keanehan ini coba aku terapkan di luar grup juga, hasilnya ? Ho.. ho.. komentar selanjutnya adalah diam seribu bahasa, mungkin ngedumel dalam hati kali ya??? Tahu nggak, sih? Keberdiaman mereka dan rasa penasaranku atas tanggapan mereka merupakan stater yang jitu guna membangun imajinasi. Sayangnya, ide-ide harus serta merta digoreskan kalau tidak ingin berhamburan begitu saja. Hah, tidak akan mampu setangkup tangan menampung curahan hujan, kita pun butuh tempayan atau tempat cucian [THINKING] Ternyata apa yang terlepas dari genggaman tidak sepenuhnya kerugian karena kita butuh hamparan bumi untuk menyimpan mata air di masa depan *_*
Suka duka di BAW, dulu pernah kejadian hingga ada yang berseteru dan harus di-DO. Aku suka perbedaan karena beda itu indah tapi kalau sampai berdebat dan bertikai... Huhgf, tidak ! Sungguh, bukan maksudku mendukung adanya pertikaian itu.
Suka duka di BAW, dulu pernah kejadian hingga ada yang berseteru dan harus di-DO. Aku suka perbedaan karena beda itu indah tapi kalau sampai berdebat dan bertikai... Huhgf, tidak ! Sungguh, bukan maksudku mendukung adanya pertikaian itu.
Hal lain yang tidak bisa aku dapatkan diluar grup
BAW sebagai usaha membentuk opini. Bagaimana pemahaman selain sudut pandang
dariku. Kalau posting foto di wall-ku sendiri misalnya. Sepi? Padahal sudah menggunakan kalimat konfrontatif biar
mendapat gambaran lain lewat komentar ? Sebaliknya, di grup BAW, ada saja yang
perhatian. Pemakluman juga sebagai pemula memang harus lebih banyak memperhatikan
daripada mendapat perhatian. Masih perlu belajar lagi. Tenang saja ! karena
penulis senior [catat: senior disini yang telah menghasilkan karya dan berhasil
menembus media dan penerbit major] punya
kemurahan hati untuk berbagi ilmu. Mulai
dari tips menulis, mendapat ide, menanggulangi writer block, menembus penerbit, dan segala macam seluk
beluk menulis. Ilmu semakin diberikan
maka semakin bertambah kan ? bukan berkurang ilmu yang diajarkan ibarat air
yang mengalir. Sebab air yang menggenang lama-lama akan rusak dan menjadi sumber penyakit.
Nah, jangan lewatkan session ini! Jika
di luar grup masih jaim, jangan heran di BAW muncul keisengan yang bikin heboh
penghuninya. Bisa kita cari contohnya pada seorang public figure dengan foto
4L4Y. Nggak nyangka kan kegilaan iseng itu akhirnya terlihat juga di luar grup
? Aku saja takut-takut gimana gitu
sewaktu pertama kali menyongsong kedatangannya di grup dengan keisengan lha sebelumnya sudah ada desas-desus
beliau ini orangnya sangat-sangat serius [baca: sangar] Silahkan cari sendiri
siapa dan foto yang mana itu ! Terus, para Secret Admirer dengan status-status geje-nya bahkan ada lho yang diamankan tulisannya di blog. Semoga anda termasuk yang
beruntung menjadi saksi kehebohannya ^_^
Para Senior juga suka mengobral status bukan sembarang status yang
isinya semangat dan dorongan untuk berbuat kebaikan. sesuatu yang pantas
ditiru.
Pokoknya, tidak mengapa ikut-ikutan selama itu kebaikan dan tidak merugikan
pihak lain..
Biarkan
kebaikan itu menjamur ! Tapi, kenapa ya tidak semudah keburukan yang cepat
sekali menular ?
Ingin ku semenarik bunga yang indah
Namun
aku tak mampu mengalihkan perhatianmu,
Siapa
bilang hidup ini mudah
Karena
tanpa usaha mustahil tercapai tujuanmu.
Pingin
menjadi daun
Ingin
meniru batang,
Maksud
hati meniti pena mengalun
Tiap
larikannya dibuang sayang.
Meski
raga malu lalu terpendam
Bahwa
diriku pun tidak sekokoh akar,
Mana
mungkin hanya bisa diam
Sebab
sabar bukan berarti tanpa ikhtiar.
Bila
hasil itu buah
Semoga
tiap usaha membawa berkah
Tiap
goresan adalah rasa syukur dan keridhaan ALLAH…
Aamin
Ya RABB
Terima kasih atas tulisan GA BAW-nya, You and We.. :D
BalasHapussuka dengan puisinya, yun :-)
BalasHapus