Loading...

Selasa, 19 September 2017

Selebrasi Euforia Sekejap

Nggolek sing ngerti kie pancen angel

Mencari  yang  tau  itu  memang  sulit

Meskipun begitu aku harus yakin
Setiap kesulitan pasti ada kemudahan
Dan janji ALLAH itu pasti
^_^

Kalau aku  tau itu tantangannya justru aku tak perlu ragu dengan caraku.
Hanya
Pembaharuan niat kuperlukan setiap waktu.. Bagaimana juga untuk apa?!
Tujuan itu??!
Pengetahuan itu yang musti terus aku gali
Hari ke hari waktu demi waktu
Harusnya lebih baik
Lebih terarah
...
Menikah bukanlah tujuan
Namun
Menikah adalah satu cara untuk mencapai tujuan
Maka
Catatan ini yang perlu kuingat
Bahwa
Tujuan yang kuutamakan..
Betapa indahnya jika menujunya bersama..
Dan itulah suatu harapan
^_^
Ayat-ayat ALLAH bukan hanya yang tersurat tapi juga yang tersirat..
Ayat-ayat Cinta
Takkan habis kata untuk memaknainya.


Image from google
Facebook @
Zee TV
Jodha Akbar

Huh!
Kenapa uraian yang ingin kujelaskan malah ada pada tontonan serial Jodha Akbar ini?

Kenapa juga merasa iri dengan kebersamaan mereka?
Jodha-Akbar
YouandWe---
Aku dengan siapa memangnya?
Kalau kebersamaan Jodha-Akbar bisa mengukir sejarah,
kenapa kita tidak bisa belajar dari mereka???

Memang dengan cara pandang lain..
Kalau dengan caraku (Ehm?!?#"
Cinta itu setelah akad nikah (eh?)
Lha!?
Katakanlah ajang pembuktian cinta (cie..)
Bukan sekedar ngaku-ngaku.
Dalam serial Jodha Akbar, sang ratu berupaya menjadi apa yang mulia raja inginkan..
Episode  setelah pernikahan Raja Jalaludin Akbar dan Putri Jodha menggambarkan perjuangan mereka untuk memahami satu sama lain.
Membangun cinta
Itulah penyebab diriku makin penasaran dengan kelanjutan serial ini. Bukan karena romantisme diantara mereka? Bohong kalau tidak 0_o 

Terlepas dari fakta sejarah yang sebenarnya---
Tanpa mengesampingkan perbedaan keyakinan dalam pernikahan mereka---
Seandainya itu garapan rumah produksi bergenre religi Islami, kemungkinan cerita dipusatkan pada ketertarikan ajaran agama yang paling paripurna ini. Bukan dialihkan karena keluhuran budi Putri Rajput semata.
Tak dipungkiri
memeluk Islam bukan paksaan.
Sejarah telah berbicara bahwa  Orang masuk Islam justru karena ketinggian budi pekerti pemeluknya. Dan ajaran Islam merupakan sumber ilmu budi pekerti yang luhur.

Suatu karunia memiliki budi pekerti yang luhur sebagaimana Rasulullah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Ehm?!
Kalau sudah satu keyakinan pasti tidak sulit memahami pentingnya budi pekerti ini? Belum tentu!
- - >
Jika beda pemikiran?
Dalam cerita Jodha Akbar ini, sang Putri Rajput itu tau beda keyakinan dengan suaminya. Bukan kebetulan kalau dia memilih menunggu keyakinan itu berpadu dan suaminya berpikiran hal yang sama.

Karenanya, bukan membabibuta sejak dibawa dari Amer menuju Agra, Jodha Begum sengaja melarang suami untuk menyentuh dirinya tanpa seijinnya.
Dalam Islam, suami atau istri yang berbeda akidah itu tidak sah. Hubungan badan diantara mereka dihukumi zina.
Seandainya garapan Sineas Muslim tentulah diperkenalkan adab tentang junub dan mandi besar pula.
Nah!
Serial Jodha Akbar ini jadi menarik untuk dijadikan pelajaran. Masalah ijin sentuhan bagi Ratu Jodha yang dikaitkan dengan prinsip Drupadi atau Panchali sebagai panutan pribadi.
Juga persetujuan Raja Jalal bagi istrinya yang Hindu tersebut  untuk tetap memeluk keyakinannya sendiri dan mengijinkannya membawa patung Krisna ke istana.
Kesepakatan2 awal menjadi penanda hubungan yang rumit diantara keduanya. Episode2  pasca pernikahan membeberkan konflik serius hingga ada titik balik dari kesalahpahaman sedari mula.
Sejak awal mendengar nama Raja Jalal, Putri Jodha mengenalnya sebagai penjajah. Penguasa lalim dan kejam yang tega membiarkan pasukannya menjarah kuil yang merupakan tempat suci.

Ketika masing-masing dari keduanya mau memahami satu sama lain. Dan...
Itikad Jodha Begum untuk menjadi yang diinginkan suaminya...
Let's see!
Apakah Ratu Jodha memenuhi janjinya?
Apalagi akuh
yang satu keyakinan dengan Raja Jalaludin Akbar
I'm a Muslim!
Justru harus mengganti
Untuk menjadi
Yang diinginkan
ALLAH..
Iya!
Keinginan ALLAH takkan pernah salah.
ALLAH Maha Benar
Maha Benar ALLAH dengan segala Firman-NYA..

Jadi catatan penting buatku.
Menjadi apa yang ALLAH Inginkan?
Yang bagaimana?
Yang seperti apa?
Ini juga penting!
Ih!
Aku geregetan bila mengingat, nih #_#
Suami bertanggungjawab atas keberlangsungan pernikahannya agar menjadi lebih baik dari hari ke hari waktu demi waktu.
Itu harus!
Dan
Yang mau mengerti tuh yang belum aku dapatkan sampai aku menulis inih >_<
Namun
Harapan itu masih ada dan akan tetap mempercayainya demi ALLAH..



Ada ramuan konflik dihadirkan tim produksi sebagai pembanding. Justru sesama Muslim.
Yang baik, bijaksana hingga diminta sarannya ketika menghadapi dilema. Ratu Salima, janda dari Ken Baba, ayah angkat Raja Jalal.

Di sisi lain digambarkan Ratu Ruqaiya yang merupakan sepupu sekaligus sahabat Raja Jalal yang dinikahkan semasa umur mereka sembilan tahunan.
Karakter Ratu Ruqaiya dalam serial ini ambisius dan posesif terhadap posisi dan kedudukannya sebagai permaisuri utama kerajaan Mughal.

Setali tiga uang dengan MahamAnga, ibu asuh Raja sekaligus Perdana Menteri.  Dalam serial ini keduanya sering berkomplot menjadi tukang hasut. Berbagai macam upaya dilakukan untuk memisahkan Jodha-Akbar namun cobaan demi cobaan malah semakin mempererat ikatannya.

Atau pilihan untuk mengalihkan kejahatan dengan bersikap  cuek dengan keingintahuan yang besar pada sikap Javeeda yang punya karakter baik.
Suatu sikap dimana ia berada diantara kejahatan.
Aku tertarik dengan karakter Javeeda, istri Adam Khan, menantu MahamAnga. Bagi keduanya kelakuan Javeeda yang polos dan kekanak-kanakan itu kurang waras.
Kehadirannya bikin gembira sekaligus berpikir.

Karakter Jodha dalam serial ini mendukungnya menjadi agen perubahan. Suka melewati batasannya, bukan melanggar aturan, bukan! Tapi tidak mengungkung dirinya dalam keterbatasannya. Wah! Aku bisa belajar banyak dari Jodha *_*
Keras kepala, Multitalent dan Penuh kejutan, lho seperti aku 0_o
Kecantikannya tidak diragukan baik pula hatinya. Bayangin aja! Saking penasaran, Raja Jalal sampai rela menyamar menjadi rakyat jelata di Amer untuk membuktikan keistimewaan 'Harta Amer yang tersimpan', sebutan Syarifudin bagi Jodha.
Syarifudin, komandan yang diberi kepercayaan menaklukkan bangsa Rajput,  awalnya dijanjikan 'Harta Amer yang tersimpan' tersebut.
Namun bagi Raja Jalal, Amer itu berarti Jodha setelah mengetahui sendiri sosok Jodha. Raja Jalal menganggap  Putri Sulung Raja Bharmal itu sebagai piala kemenangan.
Raj kumari Kunwari  dijadikan sebagai tebusan demi keselamatan saudara dan seluruh rakyat kerajaan Amer.
Raja Bharmal menyetujui aliansi politik tersebut  sebenarnyalah juga demi keselamatan putrinya dari obsesi Syarifudin, dalang pembunuhan tunangan Jodha.
Sedang Syarifudin dinikahkan dengan adik Raja yang janda.

Senengnya aku bisa ngomong punya omong layaknya berdiskusi tentang apa yang dialami Jodha- Akbar. Sepertiku, ibu menanti serial Mahabharata yang beralih ke serial Jodha-Akbar. Pas Mahabharata tayang sengaja tidur dan harus bangun saat Serial Jodha-Akbar lekas o_0 Kaget campur bingung kalau bangun2 sudah kelewat >_< Aku dulu, sih sampe segitunya!
Aku bisa memberi gambaran melalui keputusan Raja Jalal maupun sikap Ratu Jodha.
Contohnya pada episode 210+ (versi ZeeTV) dimana Ratu Jodha mendapat tuduhan keji. Ia dikira berselingkuh yang kenyataannya kakaknya sendiri. Sujamal itu kakak sepupu? Bukan mahram, dong? Tapi di keluarga Jodha, Sujamal itu kakak lelakinya. Berkat intrik MahamAnga sampai berhasil membuat Ratu Jodha meninggalkan istana.
Bangsa Rajput memilih mati daripada melanggar janji. Bahkan cinta dan kepercayaan Raja Jalal jadi sirna? Gegara janjinya lantas tidak mengatakan kenyataan yang sebenarnya.

Menurut pengetahuan ku sikap Raja Jalal tidak bisa dibenarkan. Tidak seharusnya suami mengeluarkan istrinya dari rumah tinggalnya. Seberapapun besarnya kemarahan maupun kesalahan. Tugas suami melindungi istrinya bukan malah membuat perlindungannya terancam.

Kebenaran itu akhirnya terungkap meski berakibat pahit.
Pait juga senyumku mendengar untuk kesekian kali dari Mamihku bahwa suami punya hak atas diri istri termasuk itu.. Ratu Jodha, kata ibu tidak bisa dijadikan contoh, tidak mau disentuh.
Idih! Iya aku tau, Ma! Tapi Ratu Jodha tau kalau beda keyakinan itu harus dipadukan terlebih dulu. Dan aku? Ah! Tentu harus penuh kerelaan.. pengertian.. kesepakatan.. cinta.. kasih sayang.. kebersamaan dalam ikatan yang suci tentu saja. Tapi siapa ya dia? (*Hiks!
Tentu saja yang di-halal-kan ALLAH untuk ku yang yakin aku menjadi pendamping hidupnya..

Kolase yang tidak kalah menarik sebenarnya tentang Sembilan Mutiara Tersohor 'Naur-rathan'
Entahlah Istana  Fatehpur-Sikri itu diceritakan di serial ini atau tidak. Padahal bangunan bernama Fatehabad itu merupakan istana yang dibangun pada masa Pemerintahan Akbar. Meski akhirnya ditinggalkan.

Para Pemuka Agama dan Ilmuwan, prinsip dasar pembinaan tegaknya Islam. Dalam serial ini dikisahkan Tansen yang seniman menengarai momen ketika Raja Jalal menginginkan Ratu Jodha dan penolakannya, kemudian hari saat kehilangan putra kembar mereka.

Ada juga Maan Shingh. Dalam serial ini merupakan keponakan Ratu Jodha tapi dalam sejarah merupakan seorang raja.

Raheem, putra Baihram Khan, anak tiri Ratu Salima ternyata nantinya menjadi seorang penyair.

Thodarmal, ahli  Keuangan terpercaya.

Sedangkan Birbal yang memiliki kepandaian merangkai cerita bermakna akan menghiasi serial Jodha-Akbar.

Sayang bukan Sineas Muslim yang mengangkat serial ini ke layar kaca sehingga terang bahwa Islam itu dibangun dengan dasar agama sekaligus ilmu pengetahuan.
Dalam menghadapi perbedaan pandangan juga keyakinan. Landasan berpikir dalam bertindak sehingga menjadi benderang dunia. Sejarah mencatat ketika agama dan ilmu berpadu menjadikan negara maju. Masa pemerintahan Jalaludin Akbar inilah kerajaan Mughal mencapai kejayaannya dimana nilai toleransi pun diuji.

Memang serial ini tidak se-booming seperti saat di ANTV yang memegang hak siar pertama di Indonesia. Maklum, bukan di Prime time. Ketika itu aku sedang gandrung dengan si Pitaloka dalam 7 Manusia Harimau. MNCTV ini kali kedua malah lebih memilih serial MahaBharata di Prime time.
Aneh juga yang kutunggu  Saur Sepuh yang akhirnya tayang di SCTV. Keliatannya dihentikan tayangannya.
Serial Saur Sepuh versi Genta Buana Paramita yang dulu tayang di Indosiar lebih kusukai meski melenceng dari alur cerita versi sandiwara radio. Perhatianku telah beralih. Pemeran Pitaloka sudah tidak lagi menjadi perhatianku. Kan aku suka karakter yang dimainkannya?  Jika karakter yang diperankannya sudah berubah tidak ada alasan untuk memperhatikannya lagi. Proyek sinetron yang dipilih Ochi di DCW : Dua Wanita Cantik tidak mampu  membuatku belajar malah bikin jeouleous. Peran yang dimainkannya tak membuatnya menjadi lebih baik selain memamerkan sosok selebritis. Yang penting bisa tampil?

Tercenung dengan sikap Rajat Tokas yang tak jauh dari peran yang dimainkannya, Raja Jalal.
Rajat Tokas memilih dikenal sebagai seorang aktor bukan selebritis.

Oh, tapi aku lebih suka karakter Jodha yang  pas diperankan Paridhi Sarma disini.  Seperti  Jodha, Paridhi bersikap terbuka dan menikmati peran beserta konsekuensinya untuk disukai.

'I wasn't born to regret past
But I was born to create history
"'
Kutipan dari medsos official Parian's  As  Paridhi Sarma fandom

Semoga peran tersebut bisa menjadi jalan untuknya mendapatkan hidayah..

Jalan cerita dan tokohnya selalu jadi perhatian, kan?

Aku  yang  sedang minat fotografi dimanjakan oleh serial Jodha Akbar seolah-olah sedang memandangi foto-foto indah yang bergerak.

Semoga diriku dimampukan untuk selalu bersyukur dan senantiasa mengikutsertakan pemikiran terhadap apapun yang ada di hadapan..

Yang pasti
Taqdir terbaik itu
Skenario ALLAH
yang tentunya lebih indah dari rekaan manusia semata.
Ilmu itu laksana cahaya dan iman menjadi penuntun setiap langkah.
Berharap  taburan cahaya di setiap langkah menuju ke-ridhlo-an
dalam kebersamaan
Semoga..


*****

Jumat, 08 September 2017

Lebaran Qurban Dengan Masakan Timur Tengah

Yun Widhiatmi

Hidangan  bersantan,
Bumbu  rempah,
Selera  lidah  Indonesia banget!
Dan aku mulai  beralih.. Ehm?! Bukannya mau berpaling, sih! Tapi..
Ada alasan  yang  membuatku menghindari  santan dan berbumbu kuat.  Dalam kata lain, memasak lemak dengan cara lain😁 Iya! Karena cara masakan yang kupilih sama- sama memakai  lemak  -_-
Setidaknya, ngeraciknya enggak begitu ribet gitu, deh 0_o

Senin, 27 Februari 2017

Cermin Cahaya

Antara Cahaya dan Pengetahuan

Jangan dikira daku lebih baik darimu
Banyak yang ku tidak tau
Mungkin dirimu lebih baik
Beritau saja aku!
Jadi...
Kita sama, kan?!
...

Berawal dari renungan dari gambar sendiri

Selasa, 27 Desember 2016

Perpusda Boyolali Berada Di Jantung Kota

'Rasane Kaya Disiram Banyu Sewindu'
Seperti  oase di tengah gurun pasir!
Mak Nyeess!
Begitulah gambaran ketika menemukan lokasi yang ku cari. Kalau aku tidak salah ingat, kutemukan penanda lokasi di Instragram ( eh?) saat ngunggah gambar di Simpang Lima ini.

Simpang Lima Boyolali
Ternyata!
Perpustakaan itu ada di belakang sana...
Belakang Patung Kuda!

Untuk memastikan, sengaja meluangkan waktu ke sana.

Selasa, 22 November 2016

Blog Dengan Domain Pribadi

Blog!?
Diari Maya
Catatan harian yang dipublikasikan dalam bentuk digital.
Begitulah pengertian awal bagiku. Pengertian yang kudapat dari media televisi sebelum mengenal internet. Sebelum tahun 2000, penggunaan komputer pun masih terbatas.

Jumat, 11 November 2016

Fans Vs Haters Versi YouandWe

Fans Itu Aset Bagi Idola

Sedangkan haters adalah harta karun yang hilang entah kemana.
Perlu pencarian cermat agar memperoleh hal berharga. Bukan sekedar materi tapi lebih dari itu ialah hikmah...

Idola bagi seseorang itu perlu!

Sabtu, 01 Oktober 2016

Mengenang Pujangga Yasadipura

Sebenarnya tidak meniatkan pergi kesini.  Tujuan semula ke Objek Wisata Umbul Pengging. Pesona wisata yang ingin aku bagi dari kabupaten dimana aku tinggal. 
Lumayan berliku menuju kesini. Soalnya mengambil rute perjalanan pulang dari ber-sillaturakhim ke rumahnya Budhe, mbakyu-nya Ibu. Perjalanan diawali dari Papringan, Kemalang melewati kawasan Minapolitan menuju Banyudono, dengan memasuki desa Sudimoro.