Loading...

Selasa, 21 November 2017

Belajar Menikmati Proses

Ah!
Harusnya aku bersyukur
masih Diberi ALLAH Kesempatan!

Instagram/PenerbitIndiva:repost


Setiap pilihan ada konsekuensi
hanya
Berharap ketetapan hati
dalam Tuntunan ILLAHI
Bila
ada yang tak sesuai
keinginanlah perlu dikoreksi
Mungkin
pengetahuan masih terlalu kerdil
Atau salah menilai
seolah disana tak tertandingi
Padahal disini
bisa jadi melebihi
Jangan sampai
Menutup diri
Agar pandangan ini selalu murni
tanpa prasangka merasuki
.
.
Apakah perubahan itu
Lebih kaya?
Lebih pintar?
Lebih terkenal?
Tentu
Lebih baik
Mustinya
yang dicapai
demi 
Ridho ALLAH Ta'ala
.
.
Hidup itu perubahan. Jika tidak berubah berarti tidak sesuai dengan sifat hidup itu sendiri ( Halaman 128)

Ketika Akad dilaksanakan, itu dengan pemikiran bahwa both are willing party. Dengan kerelaan dan persetujuan ( Halaman 242)
.
.
Dua quote dari Serial Pingkan 2
'Seperti Daisy di Musim Semi'
yang Penulisnya Teh Muthmainnah aka @maimonherawati tersebut menyinggungku ( sepertinya hanya aku) *ge-er
πŸ™ˆ
Iya!
Karena seseorang bisa berubah jika pemikirannya berubah.

Bagaimana bisa berpikir lain jika tidak ada yang berubah?

Itulah kesepakatan!
Alangkah berartinya kebersamaan itu, baik berdua apalagi dengan banyak orang
.
Lha, untuk diri sendiri saja kadang tak bisa kompromi antara pikiran dan perasaan
.
Betapa harapan seolah menjelma menjadi menuntut Sang Pemimpin harus lebih baik dan penyabar
.
Dalam tanggungjawabnya kesesuaian tujuan dengan perjalanan
.
Hanya sesekali perlu saling mengingatkan
.
#curcol pagi-pagi bikin
#baper
Tak mengapa asal bukan ter-Bawa perasaan tapi
#BawaPerubahan
So
Semangat Berubah!
#LombaDesainQuoteBukuIndiva
.
.
Sekian lomba yang ku ikuti guna mengasah kemampuan. Salah satunya Lomba Desain Quote Buku Indiva.
Konsep awal yang kucanangkan ialah penampilan foto harus bagus. Sesuai  kegemaran yang sedang angot-angotnya kunikmati.
Walau hasilnya di luar ekspektasi dimana lain yang diharapkan dengan hasil yang melebihi ekspektasi.
Padahal waktuku tersita untuk hunting foto ( baca : eksekusi)
Di limit waktu, kegiatan itu mau tak mau kuhentikan.
Waktu yang tersisa jelang deadline akhirnya kupergunakan untuk membuat desain tulisan.
Yang terlihat merupakan spontanitas karena sadar baru belajar.
Adapun kata-kata pada caption gambar Instagram postinganku
menjadi
semacam oase,
Pelipur Lara.
Membuktikan bahwa menulis itu terapi jiwa.
Menang- kalah bukan persoalan
Justru yang penting ruahan rasa
agar dapat tercurah
hingga memberi
ruang pembaharuan
untuk
Niatan jua Pengetahuan
^_^

Single 'MAN'

  • Vocal by:

 Gama Fathul feat Attena



Selasa, 19 September 2017

Selebrasi Euforia Sekejap

Nggolek sing ngerti kie pancen angel

Mencari  yang  tau  itu  memang  sulit

Meskipun begitu aku harus yakin
Setiap kesulitan pasti ada kemudahan
Dan janji ALLAH itu pasti
^_^

Kalau aku  tau itu tantangannya justru aku tak perlu ragu dengan caraku.
Hanya
Pembaharuan niat kuperlukan setiap waktu..
Bagaimana juga untuk apa?!
Tujuan itu??!
Pengetahuan itu yang musti terus aku gali
Hari ke hari waktu demi waktu
Harusnya lebih baik
Lebih terarah
...
Menikah bukanlah tujuan
Namun
Menikah adalah satu cara untuk mencapai tujuan
Maka
Catatan ini yang perlu kuingat
Bahwa
Tujuan yang kuutamakan..
Betapa indahnya jika menujunya bersama..
Dan itulah suatu harapan
^_^
Ayat-ayat ALLAH bukan hanya yang tersurat tapi juga yang tersirat..
Ayat-ayat Cinta
Takkan habis kata untuk memaknainya.


Image from google
Facebook @
Zee TV
Jodha Akbar

Huh!
Kenapa uraian yang ingin kujelaskan malah ada pada tontonan serial Jodha Akbar ini?

Kenapa juga merasa iri dengan kebersamaan mereka?
Jodha-Akbar
You-- ?
Aku dengan siapa memangnya?
You and We
*_^
Kamu.. dan.. Kita--
Kalau kebersamaan Jodha-Akbar bisa mengukir sejarah,
kenapa kita tidak bisa belajar dari mereka???

Memang dengan cara pandang lain..
Kalau dengan caraku (Ehm?!?#"
Cinta itu setelah akad nikah (eh?)
Lha!?
Katakanlah ajang pembuktian cinta (cie..)
Bukan sekedar ngaku-ngaku.
Dalam serial Jodha Akbar, sang ratu berupaya menjadi apa yang mulia raja inginkan..
Episode  setelah pernikahan Raja Jalaludin Akbar dan Putri Jodha menggambarkan perjuangan mereka untuk memahami satu sama lain.
Membangun cinta
Itulah penyebab diriku makin penasaran dengan kelanjutan serial ini. Bukan karena romantisme diantara mereka? Bohong kalau tidak 0_o 

Terlepas dari fakta sejarah yang sebenarnya---
Tanpa mengesampingkan perbedaan keyakinan dalam pernikahan mereka---
Seandainya itu garapan rumah produksi bergenre religi Islami, kemungkinan cerita dipusatkan pada ketertarikan ajaran agama yang paling paripurna ini. Bukan dialihkan karena keluhuran budi Putri Rajput semata.
Tak dipungkiri
memeluk Islam bukan paksaan.
Sejarah telah berbicara bahwa  Orang masuk Islam justru karena ketinggian budi pekerti pemeluknya. Dan ajaran Islam merupakan sumber ilmu budi pekerti yang luhur.

Suatu karunia memiliki budi pekerti yang luhur sebagaimana Rasulullah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Ehm?!
Kalau sudah satu keyakinan pasti tidak sulit memahami pentingnya budi pekerti ini? Belum tentu!
- - >
Jika beda pemikiran?
Dalam cerita Jodha Akbar ini, sang Putri Rajput itu tau beda keyakinan dengan suaminya. Bukan kebetulan kalau dia memilih menunggu keyakinan itu berpadu dan suaminya berpikiran hal yang sama.

Karenanya, bukan membabibuta sejak dibawa dari Amer menuju Agra, Jodha Begum sengaja melarang suami untuk menyentuh dirinya tanpa seijinnya.
Dalam Islam, suami atau istri yang berbeda akidah itu tidak sah. Hubungan badan diantara mereka dihukumi zina.
Seandainya garapan Sineas Muslim tentulah diperkenalkan adab tentang junub dan mandi besar pula.
Nah!
Serial Jodha Akbar ini jadi menarik untuk dijadikan pelajaran. Masalah ijin sentuhan bagi Ratu Jodha yang dikaitkan dengan prinsip Drupadi atau Panchali sebagai panutan pribadi.
Juga persetujuan Raja Jalal bagi istrinya yang Hindu tersebut  untuk tetap memeluk keyakinannya sendiri dan mengijinkannya membawa patung Krisna ke istana.
Kesepakatan2 awal menjadi penanda hubungan yang rumit diantara keduanya. Episode2  pasca pernikahan membeberkan konflik serius hingga ada titik balik dari kesalahpahaman sedari mula.
Sejak awal mendengar nama Raja Jalal, Putri Jodha mengenalnya sebagai penjajah. Penguasa lalim dan kejam yang tega membiarkan pasukannya menjarah kuil yang merupakan tempat suci.

Ketika masing-masing dari keduanya mau memahami satu sama lain. Dan...
Itikad Jodha Begum untuk menjadi yang diinginkan suaminya...
Let's see!
Apakah Ratu Jodha memenuhi janjinya?
Apalagi akuh
yang satu keyakinan dengan Raja Jalaludin Akbar
I'm a Muslim!
Justru harus mengganti
Untuk menjadi
Yang diinginkan
ALLAH..
Iya!
Keinginan ALLAH takkan pernah salah.
ALLAH Maha Benar
Maha Benar ALLAH dengan segala Firman-NYA..

Jadi catatan penting buatku.
Menjadi apa yang ALLAH Inginkan?
Yang bagaimana?
Yang seperti apa?
Ini juga penting!
Ih!
Aku geregetan bila mengingat, nih #_#
Suami bertanggungjawab atas keberlangsungan pernikahannya agar menjadi lebih baik dari hari ke hari waktu demi waktu.
Itu harus!
Dan
Yang mau mengerti tuh yang belum aku dapatkan sampai aku menulis inih >_<
Namun
Harapan itu masih ada dan akan tetap mempercayainya demi ALLAH..



Ada ramuan konflik dihadirkan tim produksi sebagai pembanding. Justru sesama Muslim.
Yang baik, bijaksana hingga diminta sarannya ketika menghadapi dilema. Ratu Salima, janda dari Ken Baba, ayah angkat Raja Jalal.

Di sisi lain digambarkan Ratu Ruqaiya (Lavina Tandon) yang merupakan sepupu sekaligus sahabat Raja Jalal yang dinikahkan semasa umur mereka sembilan tahunan.
Karakter Ratu Ruqaiya dalam serial ini ambisius dan posesif terhadap posisi dan kedudukannya sebagai permaisuri utama kerajaan Mughal.

Setali tiga uang dengan MahamAnga, ibu asuh Raja sekaligus Perdana Menteri.  Dalam serial ini keduanya sering berkomplot menjadi tukang hasut. Berbagai macam upaya dilakukan untuk memisahkan Jodha-Akbar namun cobaan demi cobaan malah semakin mempererat ikatannya.

Atau pilihan untuk mengalihkan kejahatan dengan bersikap  cuek dengan keingintahuan yang besar pada sikap Javeeda yang punya karakter baik.
Suatu sikap dimana ia berada diantara kejahatan.
Aku tertarik dengan karakter Javeeda, istri Adam Khan, menantu MahamAnga. Bagi keduanya kelakuan Javeeda yang polos dan kekanak-kanakan itu kurang waras.
Kehadirannya bikin gembira sekaligus berpikir.
Dan
Karakter Jodha dalam serial ini mendukungnya menjadi agen perubahan. Suka melewati batasannya, bukan melanggar aturan, bukan! Tapi tidak mengungkung dirinya dalam keterbatasannya.
Wah! Aku bisa belajar banyak dari Jodha *_*
Keras kepala, Multitalent dan Penuh kejutan ( lho!?) seperti aku 0_o
Kecantikannya tidak diragukan baik pula hatinya. Bayangin aja! Saking penasaran, Raja Jalal sampai rela menyamar menjadi rakyat jelata di Amer untuk membuktikan keistimewaan 'Harta Amer yang tersimpan', sebutan Syarifudin bagi Jodha.
Bahkan, Putri Jodha sempat menghunuskan pedang ke leher Sang Raja yang menyamar jadi tentara Rajput  ketika berupaya membebaskan pengawal setianya yang punya cedera kaki.

Syarifudin, komandan yang diberi kepercayaan menaklukkan bangsa Rajput,  awalnya dijanjikan 'Harta Amer yang tersimpan' tersebut.
Namun bagi Raja Jalal, Amer itu berarti Jodha setelah mengetahui sendiri sosok Jodha. Raja Jalal menganggap  Putri Sulung Raja Bharmal itu sebagai piala kemenangan.
Raj kumari Kunwari, Putri Sulung Rajput dijadikan sebagai tebusan demi keselamatan saudara dan seluruh rakyat kerajaan Amer.
Raja Bharmal menyetujui aliansi politik tersebut  sebenarnyalah juga demi keselamatan putrinya dari obsesi Syarifudin, dalang pembunuhan tunangan Jodha, Surya Bhajkhsing.
Sedang Syarifudin pada akhirnya dinikahkan dengan adik Raja yang janda.
Adik raja, Bhaksi Banu mencintai suami pilihan kakaknya tersebut namun hanya dimanfaatkan Syarifudin. Saking cintanya malah sanggup berbuat fitnah pada Jodha. Insiden kehamilan yang tak diinginkan hampir menghancurkan hidup Jodha. Syukurlah masalah tersebut terkuak karena terbukti Raja Jalal ternyata memenuhi janjinya dan Jodha masih suci meski harus kehilangan Tabib istana yang setia. Tabib terbunuh karena berhasil menguak misteri kehamilan palsu tersebut.

Senengnya aku bisa ngomong punya omong layaknya berdiskusi tentang apa yang dialami Jodha- Akbar. Sepertiku, ibu menanti serial Mahabharata yang beralih ke serial Jodha-Akbar. Pas Mahabharata tayang sengaja tidur dan harus bangun saat Serial Jodha-Akbar lekas o_0
Kaget campur bingung kalau bangun2 sudah kelewat >_< Aku dulu, sih sampe segitunya!
Aku bisa memberi gambaran melalui keputusan Raja Jalal maupun sikap Ratu Jodha.
Contohnya pada episode 210+ (versi ZeeTV) dimana Ratu Jodha mendapat tuduhan keji. Ia dikira berselingkuh yang kenyataannya lelaki tak dikenal itu adalah kakaknya sendiri. Sujamal itu kakak sepupu? Bukan mahram, dong? Tapi di keluarga Jodha, Sujamal itu kakak lelakinya. Berkat intrik MahamAnga sampai berhasil membuat Ratu Jodha meninggalkan istana.
Bangsa Rajput memilih mati daripada melanggar janji. Bahkan cinta dan kepercayaan Raja Jalal jadi sirna? Gegara janjinya lantas tidak mengatakan kenyataan yang sebenarnya.

Menurut pengetahuan ku sikap Raja Jalal tidak bisa dibenarkan. Tidak seharusnya suami mengeluarkan istrinya dari rumah tinggalnya. Seberapapun besarnya kemarahan maupun kesalahan. Tugas suami melindungi istrinya bukan malah membuat perlindungannya terancam.

Kebenaran itu akhirnya terungkap meski berakibat pahit.
Pait juga senyumku mendengar untuk kesekian kali dari Mamihku bahwa suami punya hak atas diri istri termasuk itu.. Ratu Jodha, kata ibu tidak bisa dijadikan contoh, tidak mau disentuh.
Idih! Iya aku tau, Ma! Tapi Ratu Jodha tau kalau beda keyakinan itu harus dipadukan terlebih dulu. Dan aku?
Ah!
Tentu harus penuh kerelaan.. pengertian.. kesepakatan.. cinta.. kasih sayang.. kebersamaan dalam ikatan yang suci tentu saja. Tapi siapa ya dia? (*Hiks!
Tentu saja yang di-halal-kan ALLAH untuk ku yang yakin aku menjadi pendamping hidupnya..

Kolase yang tidak kalah menarik sebenarnya tentang Sembilan Mutiara Tersohor 'Naur-rathan'
Entahlah Istana  Fatehpur-Sikri itu diceritakan di serial ini atau tidak. Padahal bangunan bernama Fatehabad itu merupakan istana yang dibangun pada masa Pemerintahan Akbar.  Mengenang kelahiran Pangeran Salim (: Jahangir) dan menghormati Sufi suci, Salim Cristi. Meski akhirnya ditinggalkan.

Para Pemuka Agama dan Ilmuwan, prinsip dasar pembinaan tegaknya Islam. Dalam serial ini dikisahkan Tansen yang seniman menengarai momen ketika Raja Jalal menginginkan Ratu Jodha dan penolakannya, kemudian hari saat kehilangan putra kembar mereka.

Ada juga Maan Shingh. Dalam serial ini merupakan keponakan Ratu Jodha tapi dalam sejarah merupakan seorang raja yang menjadi perisai tangguh kesultanan Mughal.

Raheem, putra Baihram Khan, anak tiri Ratu Salima ternyata nantinya menjadi seorang penyair.

Thodarmal, ahli  Keuangan terpercaya.

Sedangkan Birbal yang memiliki kepandaian merangkai cerita bermakna akan menghiasi serial Jodha-Akbar.

Sayang bukan Sineas Muslim yang mengangkat serial ini ke layar kaca sehingga terang bahwa Islam itu dibangun dengan dasar agama sekaligus ilmu pengetahuan.
Dalam menghadapi perbedaan pandangan juga keyakinan.
Landasan berpikir dalam bertindak sehingga menjadi benderang dunia.
Sejarah mencatat ketika agama dan ilmu berpadu menjadikan negara maju. Masa pemerintahan Jalaludin Akbar inilah kerajaan Mughal mencapai kejayaannya dimana nilai toleransi pun diuji.

Memang serial ini tidak se-booming seperti saat di ANTV yang memegang hak siar pertama di Indonesia. Maklum, bukan di Prime time. Ketika itu aku sedang gandrung dengan si Pitaloka dalam 7 Manusia Harimau. MNCTV ini kali kedua malah lebih memilih serial MahaBharata di Prime time.
Aneh juga yang kutunggu  Saur Sepuh yang akhirnya tayang di SCTV. Keliatannya dihentikan tayangannya.
Serial Saur Sepuh versi Genta Buana Paramita yang dulu tayang di Indosiar lebih kusukai meski melenceng dari alur cerita versi sandiwara radio.
Perhatianku telah beralih.
Pemeran Pitaloka sudah tidak lagi menjadi perhatianku. Kan aku suka karakter yang dimainkannya?  Jika karakter yang diperankannya sudah berubah tidak ada alasan untuk memperhatikannya lagi. Proyek sinetron yang dipilih Ochi di DCW : Dua Wanita Cantik maupun 'Dia' tidak mampu membuatku belajar malah bikin jeouleous. Peran yang dimainkannya tak membuatnya menjadi lebih baik selain memamerkan sosok selebritis. Yang penting bisa tampil?

Tercenung dengan sikap Rajat Tokas yang tak jauh dari peran yang dimainkannya, Raja Jalal yang tegas plus temperamental dan kadang misterius serta arogan.
Rajat Tokas memilih dikenal sebagai seorang aktor bukan selebritis.
Dengan alasan tersebut, Rajat belum pernah membuat akun pribadi di medsos.
Kalaupun ada itu buatan  khusus penggemarnya. Biasanya berupa akun gabungan sesuai perannya semisal Jodhakbararmy, Parijat,...
Bahkan untuk penampilan off-screen Jodha-Akbar, semacam operet atau drama musikal di panggung, Rajat Tokas totally sebagai Raja Jalaludin Akbar.

Sayang seribu sayang Rajat tidak datang berkunjung ke Indonesia karena terikat istiadat setempat yang melarangnya pergi ke luar negeri selama beberapa waktu sebab ada anggota keluarganya meninggal dunia.
Bisa dipastikan pasangan pemain Jodha-Akbar bikin drama panggung bila bersama.
Lha!
Bukan rahasia kalau artis India tuh pada gape nari.
Tentu dengan suka cita akan menunjukkan  kemahiran mereka.
Mungkin itulah
Kunjungan para pemain Jodha-Akbar yang hanya Paridhi, Lavina, dan Ravi Bhatia ( pemeran Pangeran Salim) tidak seheboh ke negeri lain semisal di South Africa, Islamabad maupun Durban.
Kalah meriah dengan kunjungan para pemain Mahabharata meski pertunjukan mereka pun tak semegah Broadway πŸ˜‘
Justru si  Ravi yang kecantol wanita Indonesia tuh..
Aku jadi merhatiin bahasa dialek yang digunakan versi aslinya Sono (ZeeTV)
Dari theme song 'In Aankhon Mein Tum'
terus judul lagu lain yang dipakai penggemar Akdha (sebutan untuk pasangan Jodha-Akbar) atau PariJat (pasangan Paridhi-Rajat ) membuat kolase foto atau video romantis mereka *hadeeh(!?#
Seperti judul ' Tum Hi Ho' ( : Hanya Kamu)
juga judul yang di Indonesia kita tercinta ini dikenal sebagai novelis papan atas 'Tere Liye' ( : Demi Kamu)

Dan yang terkini (suntingan ku 05 Rabi'ulAwal1438H/ 25 November 2017 M)
Iya!?
Yang berbau Bollywood di layar kaca MNCTV seolah ikut dicekal >_<
Tayangan Jodha-Akbar yang belum selesai terkena imbasnya T_T
Aku mafhum, mungkin hasil evaluasi perolehan rating pihak eksekutif Program TV tapi setelah tau berita ini jadi menyayangkan.

Gegara Padmavati, judul film yang akan dirilis di India Sono.

Dimana sutradaranya Sanjay Leela Bhansali, sutradara Deevdas dan pemeran Padmavati, Deepika Padukone, terancam hukuman penggal.
Ih!?
Ngeri banget berita heboh ini karena seorang pejabat parlemen dari partai yang berkuasa di Pemerintahan India dengan terang-terangan mengumumkan hadiah kurleb 2M rupiah bagi siapapun yang bisa memenggal kepala pemeran dan sutradara film Padmavati. Dan ancaman pembakaran bioskop yang memutar film tersebut.
Atas kontroversi ini, rilis film Padmavati ditunda sampai batas waktu tak ditentukan.
Hemhh???
Apa karena karya dari seorang Muslim hingga perlu diprotes?
Padahal sutradaranya yang kutahu non Muslim?
Tapi tetep dari karya seorang muslim?

Ada apa dengan Padmavati ini?

Sempet mengira ada kaitan dengan putri Rajput, Jodha dan Jalaludin, raja Muslim.
Setelah Googling baru tau bedanya.

Hasil runutanku, ternyata yang dimaksud adalah Rani Padmini, Ratu Rajput
merupakan tokoh rekaan, tokoh fiksi, tokoh di kehidupan nyata  takkan pernah ada yang hanya terdapat dalam epik legendaris Malik Muhammad Jayasi ( abad 16, tepatnya 1542) pada masa pemerintahan Sultan Barbur Shah ( yang dikalahkan Kaisar Mughal Humayun, pendahulu Akbar).
Karya sastra pembanding adalah karya legendaris Amir Kushrouw, juru tulis istana jaman pemerintahan Sultan Alaudin dan pendahulunya.
Tentang penaklukkan Benteng Chittor yang dikuasai Ratansen atau Rana Khamba dari dinasti Sisodia, klan Rajput yang diyakini tertinggi.
Daya tarik benteng ini digambarkan secara majas metafora dan personifikasi oleh penyair Jayasi.
Kebijaksanaan yang menjelma tokoh cantik Padmavati  yang berteman burung Nuri bernama Hiraman. Sang ayah tidak suka kedekatan itu dan ingin memenggal burung tersebut namun berhasil kabur dan ditemukan Ratansen. Nuri yang pandai bicara itu membawa Ratansen pada kediaman Padmavati lantas menaklukkan benteng Chittor untuk mendapatkannya.
Singkat cerita raja Delhi, Alauddin Khalji ( 1316 Masehi) mendengar kecantikan Padmavati ini dan menginginkannya juga.
Mendengar kabar bahwa raja akan menyerang, Padmini melakukan Sati ( pembakaran diri layaknya Dewi Shinta dalam kisah Ramayana)
Ada juga yang menceritakan dengan jouhar ( upacara bunuh diri dengan meminum racun) demi menjaga kehormatannya.
Jodha sendiri hampir melakukannya karena shock ketika tau calon suaminya adalah orang yang disumpahinya akan membawa kepalanya di kaki Dewi Khali.
Upayanya tidak direstui Ratu Meinawati, sang ibu, karena kehidupannya lebih berharga untuk rakyat Amer.

Benteng Chittor dalam kisah Jodha-Akbar ditaklukkan Sultan Mughal Jalaludin Akbar saat dipimpin Raja Prataph Singh. Tapi raja Prataph sendiri dipaksa hengkang meninggalkan benteng sebelum pasukan Mughal datang menyerbu.
Ratu Jodha sangat sedih dengan penyerbuan ini saat ia juga kehilangan karena kematian putra kembarnya menjadikan kemarahan raja meluap dan ditumpahkan pada pertempuran tersebut hingga banyak yang tak berdosa  jadi korban.
Momen yang awalnya menandai kehadiran  Pangeran Salim pula.
*"*
Oh, tapi aku lebih suka karakter Jodha yang  pas diperankan Paridhi Sarma disini.  Kebintangan Aishwarya Rai tak  mampu menandingi cocoknya karakter  Jodha bagi Paridhi. Dalam kisah ini lhah. Seperti halnya Jodha, Paridhi bersikap terbuka dan menikmati peran beserta konsekuensinya untuk disukai.
But?!
--
You may think I am fake
I won't change myself for you
Goodness is all my drape
--
'I wasn't born to regret past
But I was born to create history
--
I am not one in crowd
The Crowd follows me
Enough said
I do not need introduction

"'
Kutipan dari medsos official akun pribadi Paridhi Also  Parians, army or fandom's

Whatever
Suatu pilihan
Menjadi siapa dirinya
seorang Malika Hind atau Maryam Uz-Zammani
???
Semoga peran tersebut bisa menjadi jalan untuknya mendapatkan hidayah..

Jalan cerita dan tokohnya selalu jadi perhatian, kan?

Aku  yang  sedang minat fotografi dimanjakan oleh serial Jodha Akbar seolah-olah sedang memandangi foto-foto indah yang bergerak.

Semoga diriku dimampukan untuk selalu bersyukur dan senantiasa mengikutsertakan pemikiran terhadap apapun yang ada di hadapan..

Yang pasti
Taqdir terbaik itu
Skenario ALLAH
yang tentunya lebih indah dari rekaan manusia semata.
Ilmu itu laksana cahaya dan iman menjadi penuntun setiap langkah.
Berharap  taburan cahaya di setiap langkah menuju ke-ridhlo-an
dalam kebersamaan
Semoga..y

Jodha's sword fights Akbar
°_*
Episode 49-50
(Versi  ZeeTV)


*****

Jumat, 08 September 2017

Lebaran Qurban Dengan Masakan Timur Tengah

Yun Widhiatmi

Hidangan  bersantan,
Bumbu  rempah,
Selera  lidah  Indonesia banget!
Dan aku mulai  beralih.. Ehm?! Bukannya mau berpaling, sih! Tapi..
Ada alasan  yang  membuatku menghindari  santan dan berbumbu kuat.  Dalam kata lain, memasak lemak dengan cara lain😁 Iya! Karena cara masakan yang kupilih sama- sama memakai  lemak  -_-
Setidaknya, ngeraciknya enggak begitu ribet gitu, deh 0_o

Senin, 27 Februari 2017

Cermin Cahaya

Antara Cahaya dan Pengetahuan

Jangan dikira daku lebih baik darimu
Banyak yang ku tidak tau
Mungkin dirimu lebih baik
Beritau saja aku!
Jadi...
Kita sama, kan?!
...

Berawal dari renungan dari gambar sendiri

Selasa, 27 Desember 2016

Perpusda Boyolali Berada Di Jantung Kota

'Rasane Kaya Disiram Banyu Sewindu'
Seperti  oase di tengah gurun pasir!
Mak Nyeess!
Begitulah gambaran ketika menemukan lokasi yang ku cari. Kalau aku tidak salah ingat, kutemukan penanda lokasi di Instragram ( eh?) saat ngunggah gambar di Simpang Lima ini.

Simpang Lima Boyolali
Ternyata!
Perpustakaan itu ada di belakang sana...
Belakang Patung Kuda!

Untuk memastikan, sengaja meluangkan waktu ke sana.

Selasa, 22 November 2016

Blog Dengan Domain Pribadi

Blog!?
Diari Maya
Catatan harian yang dipublikasikan dalam bentuk digital.
Begitulah pengertian awal bagiku. Pengertian yang kudapat dari media televisi sebelum mengenal internet. Sebelum tahun 2000, penggunaan komputer pun masih terbatas.

Jumat, 11 November 2016

Fans Vs Haters Versi YouandWe

Fans Itu Aset Bagi Idola

Sedangkan haters adalah harta karun yang hilang entah kemana.
Perlu pencarian cermat agar memperoleh hal berharga. Bukan sekedar materi tapi lebih dari itu ialah hikmah...

Idola bagi seseorang itu perlu!